Pemkot Bandar Lampung Mantapkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Optimalisasi Lahan Pekarangan
Plh Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ni Made Ayu Kumala Dewi saat diwawancarai soal Program P2L di Bandar Lampung.-Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pangan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui optimalisasi pekarangan rumah.
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga perkotaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ni Made Ayu Kumala Dewi, dengan bijak menjelaskan bahwa esensi utama dari penguatan lahan pekarangan adalah membentengi ketahanan pangan langsung dari lingkup keluarga terkecil.
Ayu menyadari bahwa keterbatasan ruang di perkotaan memerlukan kreativitas tersendiri dalam bercocok tanam.
"Ya, pada prinsipnya kami kalau di penguatan lahan pekarangan itu kan lebih memperkuat rumah tangga dalam menyelenggarakan ketahanan pangan keluarga," tutur Ayu.
BACA JUGA:Penurunan Kriteria Desil Tekan Jumlah Penerima Bantuan Pangan di Bandar Lampung Jadi 96.919 KPM
Ayu memaparkan lebih lanjut bahwa sempitnya lahan di kawasan perkotaan tidak menyurutkan semangat pemerintah bersama warga untuk tetap produktif.
Pemanfaatan pekarangan rumah dioptimalkan agar mampu menghasilkan berbagai komoditas hortikultura yang esensial untuk kebutuhan harian.
"Artinya kan kita memanfaatkan namanya di kota ini kalau untuk lahan yang luas kan kayaknya sulit, jadi bagaimana kita manfaatkan lahan kita yang sempit untuk bisa menghasilkan tanaman-sayur-mayur maupun cabai dan rampai yang sering dipakai dan dikonsumsi sehari-hari itu bisa dipenuhi untuk rumah tangga sendiri," terang Ayu.
BACA JUGA:Lampung Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Singkong dan Pangan Nasional
Dalam menjalankan program tersebut, Dinas Pangan Kota Bandar Lampung senantiasa merangkul elemen masyarakat yang menjadi pilar penting di lingkungan tempat tinggal, yakni para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kehadiran mereka dinilai sangat membantu dalam menggerakkan kemandirian pangan secara kolektif.
"Nah, sejauh ini program kami memang menyasarnya itu KWT, kelompok wanita tani," ungkap Ayu.
Ayu juga menambahkan, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini tidak hanya berorientasi pada ketersediaan hasil panen semata, melainkan juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan yang bermakna untuk meningkatkan taraf hidup serta perekonomian keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


