20 Tahun Tekuni Gula Merah Madura, Rosidah Naik Kelas Berkat KUR BRI hingga Produksi 500 Kg Sehari

20 Tahun Tekuni Gula Merah Madura, Rosidah Naik Kelas Berkat KUR BRI hingga Produksi 500 Kg Sehari

-Foto Ist. For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Di sebuah dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Rosidah (50) masih setia mengolah gula merah khas Madura.

Dengan cekatan, ia mengaduk adonan di atas tungku besar di tengah kepulan asap dan aroma manis gula merah yang memenuhi ruangan.

Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan Rosidah yang selama bertahun-tahun berupaya menjaga keberlangsungan kuliner tradisional khas daerahnya.

Bagi Rosidah, gula merah tidak sekadar menjadi komoditas untuk diperjualbelikan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan hidup yang telah dilaluinya.

Sejak 2006, ia mengembangkan usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan air nira dari pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di Sumenep.

Perjalanan usaha tersebut tidak langsung berjalan mulus karena Rosidah harus menghadapi berbagai keterbatasan ketika pertama kali merintis bisnisnya.

Mulai dari peralatan produksi yang masih sangat sederhana hingga keterbatasan modal menjadi tantangan yang harus dihadapi Rosidah selama mengembangkan usahanya.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan tekad perempuan asal Sumenep itu untuk terus mempertahankan usaha yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan," ungkapnya. Perlahan tapi pasti, jaringan pelanggannya pun mulai meluas ke berbagai daerah.

Namun, lompatan besar dalam skala usaha Rosidah sejatinya terjadi pada tahun 2016. Saat itu, ia menyadari bahwa permintaan pasar yang melonjak drastis tidak akan bisa terpenuhi tanpa adanya suntikan modal kerja yang signifikan. Di titik krusial inilah, Rosidah memutuskan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.

"Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya," urai Rosidah.

Langkah awal ini terbukti menjadi stimulus yang sangat tepat bagi geliat usahanya. Dana segar dari perbankan tersebut langsung dialokasikan khusus untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di dapurnya.

Tiga tahun pertama pasca menjadi nasabah KUR BRI berjalan dengan sangat manis seiring dengan perputaran roda usahanya yang makin kencang. Setelah pinjaman pertamanya lunas dengan catatan komitmen yang bersih, Rosidah kembali mempercayakan pengembangan usahanya kepada BRI. Ia mengajukan pinjaman tahap kedua dengan nominal yang naik kelas menjadi Rp50 juta.

Dukungan finansial dari BRI ini tidak berhenti sampai di situ saja. Melihat rekam jejak usahanya yang terus tumbuh positif, pada tahun 2024 lalu, Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan, di mana BRI memberikan kucuran dana KUR dengan nilai yang lebih besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait