Hadir di Acara BI Sulut, Dahlan Iskan Ungkap Peluang Besar Hilirisasi Kelapa hingga Pasar Ekspor

Hadir di Acara BI Sulut, Dahlan Iskan Ungkap Peluang Besar Hilirisasi Kelapa hingga Pasar Ekspor

-Foto Ist. For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID - Perubahan dunia usaha yang berlangsung cepat mendorong pengusaha Sulawesi Utara (Sulut) untuk berani berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Pesan tersebut disampaikan Founder Disway Dahlan Iskan saat berbagi pengalaman bersama para pengusaha Sulut dalam kegiatan yang digelar Bank Indonesia.

Dahlan menjadi salah satu narasumber utama dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) dan Temu Responden Sulawesi Utara 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam sesi Bincang Ekonomi bertajuk Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara, Dahlan mendorong pelaku usaha melihat perubahan sebagai ruang untuk menangkap peluang baru.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas produksi agar pengusaha lokal mampu merespons perkembangan lingkungan bisnis yang bergerak cepat.

Selain mendorong inovasi dan penguatan produksi, Dahlan memberikan apresiasi kepada pengusaha lokal yang selama ini konsisten mengembangkan pasar ekspor.

Menteri BUMN 2011-2014 itu juga membagikan perspektif praktis kepada para pelaku usaha dalam menghadapi transformasi ekonomi. Ia menekankan pentingnya pengusaha untuk tetap fokus, menjaga integritas, disiplin dalam mengelola keuangan, serta membangun pola pikir yang tidak bergantung pada pihak lain.

“Jadi pengusaha itu yang pertama harus dilakukan adalah fokus. Fokus benar-benar bagaimana mengembangkan bisnis. Bahkan kalau ngigau Anda pas tidur bukan tentang bisnis Anda, itu artinya Anda belum fokus,” kelakar Dahlan Iskan.  

Dahlan Soroti Potensi Hilirisasi Kelapa

Dalam sesi tersebut, Dahlan juga menyoroti potensi besar Sulut dalam mengembangkan komoditas unggulan menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya kelapa, selain ikan, pala, dan cengkeh. 

Terkait kelapa, Dahlan punya catatan khusus. Sebab dia sendiri selama ini banyak bertemu para petani kelapa, terutama di wilayah Sulawesi. Kata Dahlan, hilirisasi kelapa peluangnya semakin terbuka karena permintaan produk olahan kelapa di pasar internasional, terutama Tiongkok terus berkembang pesat. 

Oleh karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu meningkatkan kapasitas pengolahan dan memperluas akses pasar ekspor.

Potensi tersebut mulai terlihat dari berkembangnya industri hilir kelapa di sejumlah daerah. Salah satunya dilakukan PT Royal Agro Industri (RAI) yang tengah memperluas kapasitas pengolahan kelapa dengan mendatangkan peralatan produksi dari Tiongkok.

PT RAI saat ini menaungi sejumlah fasilitas pengolahan kelapa, termasuk PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara. Perusahaan juga tengah membangun pabrik baru di Riau. Setelah seluruh fasilitas beroperasi, kapasitas pengolahan PT RAI ditargetkan mencapai sekitar 2,1 juta butir kelapa per hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait