Dukung Kedaulatan Pangan, Rotary International Bangun Irigasi Tahap II di Lampung Tengah
Jajaran petinggi Rotary International, di antaranya Director Jennifer Scott dan Partner Ian Kingsley hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan irigasi tahap II dan Panen Raya di Lampung Tengah-Foto.Rotary Club Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Komitmen kemanusiaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung terus diperkuat oleh Rotary International.
Melalui Rotary Club Lampung Raden Intan, proyek pembangunan irigasi tahap kedua resmi dimulai di Desa Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Rabu, 6 Mei 2026.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari misi organisasi global tersebut dalam menyulap lahan tidur menjadi persawahan produktif guna mendongkrak ekonomi pedesaan di Lampung.
Pembangunan irigasi tahap kedua di Lampung Tengah ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri langsung oleh jajaran petinggi Rotary International, di antaranya Director Jennifer Scott dan Partner Ian Kingsley.

Rotary International bersama Rotary Club Lampung ikut Panen Raya di Lampung Tengah.-Foto Rotary Club Lampung-
Hadir pula Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, yang memberikan dukungan penuh atas inisiatif tersebut.
Momen ini terasa kian istimewa karena dirangkaikan dengan panen raya dari hasil proyek irigasi tahap pertama yang telah terbukti sukses mendongkrak produktivitas lahan petani setempat.
Past District Governor (PDG) Rotary International, Eva Kurniaty, menegaskan bahwa air adalah urat nadi kedaulatan pangan, terutama bagi wilayah Lampung yang memiliki karakter tanah cenderung kering.
"Kami berkomitmen terus-menerus untuk mewujudkan kepentingan irigasi di Lampung Tengah. Ini adalah proyek tahap kedua. Tanpa irigasi, padi tidak akan tumbuh sehat dan subur," ujar Eva di lokasi acara.
Dalam penjelasannya, Eva merincikan bahwa pada tahap kedua ini, Rotary menargetkan pembangunan di enam titik strategis di Lampung Tengah. Total panjang irigasi yang akan dibangun mencapai empat kilometer di setiap titiknya.
Optimalisasi irigasi ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kantong petani.
"Bayangkan, satu hektar bisa memproduksi enam ton gabah. Jika satu ton dijual Rp 7 juta, maka sekali panen bisa menghasilkan Rp 42 juta," papar Eva yang didampingi Assistant Governor (AG) Rusli Taslim.
Ia menambahkan, jika petani mampu melakukan dua hingga tiga kali panen dalam setahun, pendapatan bisa menyentuh angka Rp 84 juta. "Jadi makmur untuk Lampung karena Rotary," imbuhnya optimis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
