Musim Kemarau Picu Intrusi Air Laut, Sawah Rawajitu Utara Mulai Payau hingga Berpotensi Ganggu Panen
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Samsi Hermansyah saat memantau kondisi persawahan di Rawajitu Utara yang mulai terdampak intrusi air payau pada musim kemarau.-Foto Ist. For Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Musim kemarau menyebabkan air di sejumlah lahan persawahan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, mulai berubah menjadi payau hingga cenderung asin.
Kondisi tersebut dipicu intrusi air laut yang masuk ke areal persawahan akibat pasang tinggi di sejumlah lokasi.
Fenomena itu juga dipengaruhi musim kemarau, pasang air laut, serta menurunnya debit air tawar dari sungai.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Samsi Hermansyah mengatakan, kondisi tersebut mulai dirasakan petani dalam beberapa pekan terakhir.
BACA JUGA:Promo Minyak Goreng Murah di Superindo Pekan Ini: Sania hingga SunCo Mulai Rp 39 Ribuan
"Air di sawah sudah mulai payau, bahkan di beberapa titik terasa asin," kata Samsi Hermansyah.
"Ini tentu berdampak pada pertumbuhan tanaman padi," lanjutnya.
Dinas Pertanian telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini dan dampaknya terhadap tanaman padi milik petani.
Pihaknya juga mendorong petani menyesuaikan pola tanam, termasuk memilih varietas padi yang lebih toleran terhadap kadar garam.
BACA JUGA:OJK Lampung Kolaborasi Proteksi 150 ASN Guru di Pesisir Barat, Tekan Gap Literasi dan Pinjol Ilegal
"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak air payau terhadap tanaman padi dan menjaga produktivitas petani," ujarnya.
Dinas Pertanian mengimbau petani terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di Rawajitu Utara sekaligus mencegah ancaman gagal panen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


