Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Mesuji Petakan Wilayah Rawan dan Optimalkan Irigasi
Ilustrasi kekeringan lahan--
RADARLAMPUNG.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Mesuji mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau guna mengurangi risiko kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian. Melalui Dinas Pertanian, sejumlah strategi disiapkan agar aktivitas budidaya tanaman tetap berjalan dan produktivitas pertanian tidak mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Samsi Hermansyah, mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai langkah pencegahan yang difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan.
"Antisipasi sejak dini menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak musim kemarau. Karena itu kami terus memantau kondisi lahan pertanian agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin apabila ditemukan indikasi kekeringan," kata Samsi, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan yakni memetakan daerah rawan kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Selain itu, pemanfaatan sumber air yang tersedia juga terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian.
BACA JUGA:30 Siswa Daerah 3T Akan Belajar di SMAN 2 dan SMAN 9 Bandar Lampung
Dinas Pertanian juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok tani untuk memastikan berbagai kebutuhan petani selama musim kemarau dapat segera ditindaklanjuti.
Penggunaan pompa air atau alkon turut didorong sebagai solusi untuk membantu pengairan lahan, terutama pada daerah yang mulai mengalami penurunan debit air. Di sisi lain, pemanfaatan jaringan irigasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien agar pasokan air tetap mencukupi hingga masa panen.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok tani untuk memastikan kebutuhan petani dapat segera ditindaklanjuti. Pemanfaatan sumber air, efisiensi penggunaan irigasi, dan penyesuaian jadwal tanam menjadi fokus utama kami dalam menghadapi musim kemarau tahun ini," ujarnya.
Selain menyiapkan langkah teknis, Dinas Pertanian juga menerjunkan penyuluh pertanian ke lapangan untuk mendampingi petani. Pendampingan tersebut meliputi penyesuaian pola tanam sesuai kondisi cuaca hingga pemberian edukasi mengenai pengelolaan air selama musim kemarau.
Samsi juga mengimbau petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau. Ia meminta masyarakat memanfaatkan sumber daya air secara bijak dan segera melaporkan apabila terdapat lahan yang mulai mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh pihak sangat diperlukan mengingat musim kemarau berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah pertanian. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna meminimalkan dampak terhadap petani dan menjaga stabilitas produksi pangan di Kabupaten Mesuji.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mesuji berharap produktivitas pertanian tetap terjaga sehingga hasil panen petani tidak mengalami penurunan meski menghadapi musim kemarau.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


