Tobong Arang di Mesuji Terbakar Tengah Malam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Tobong Arang di Mesuji Terbakar Tengah Malam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Kebakaran tobong arang di Mesuji, Kamis, 6 Agustus 2026,.dinihari.-Foto ist-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Keheningan dini hari di Desa Agung Batin, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, mendadak berubah menjadi kepanikan saat kobaran api melalap sebuah tobong arang pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Nyala api yang membesar di tengah musim kemarau memaksa petugas pemadam kebakaran berjibaku selama empat jam agar kobaran tidak merembet ke rumah warga di sekitarnya.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pemilik tobong arang, Ahmad Fauzi, kepada personel Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji sekitar pukul 02.15 WIB.

Kepala Satpol PP Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji Ronal Nasution mengatakan, tim bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.53 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman disertai proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Menurut Ronal, objek yang terbakar merupakan tobong arang berbahan material kayu yang berada di samping rumah milik korban. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

"Pemadaman berlangsung kurang lebih empat jam hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman," kata Ronal.

Dalam proses penanganan, petugas mengerahkan satu unit mobil tangki 03 Isuzu Water Supply. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan mobil water supply milik PT Sinar Pematang Mulya (SPM) sehingga api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain.

BACA JUGA:Bupati Lampung Selatan Egi Pimpin Gema HELAU, Dermaga Canti Dipoles Jadi Magnet Wisata Pulau Sebesi

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan area seluas sekitar 25 x 30 meter dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Ronal menjelaskan, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, penyebab pasti masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat api lebih mudah menyebar, terutama pada lokasi yang banyak menyimpan material mudah terbakar seperti kayu dan arang.

Ronal mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan tanpa pengawasan. Selain itu, warga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak menggunakan kabel yang rusak, mematikan kompor dan peralatan listrik setelah digunakan, serta menjauhkan bahan mudah terbakar seperti kayu, arang, dan bahan bakar minyak dari sumber api.

BACA JUGA:Kunker ke Lamsel, Kapolda Lampung Disambut Langsung Bupati Radityo Egi Pratama

Masyarakat juga disarankan menyiapkan alat pemadam sederhana, seperti air, pasir, atau alat pemadam api ringan (APAR), di lingkungan rumah sebagai langkah antisipasi awal apabila terjadi kebakaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait