disway awards

Patriot Bercincin

Patriot Bercincin

Langsung menembakkan pistol ke dada orang tua itu. Tiga kali. Dengan moncong pistol praktis menempel di dada.

Godse langsung diringkus. Banyak polisi yang jaga di situ. Tidak ada celah sedikit pun untuk berkelit. Bukti lengkap. Saksi banyak. Praktis Godse tertangkap basah.

Gandhi diberitakan tewas di tempat. Tapi ada juga berita bahwa Gandhi baru tewas setengah jam kemudian. Sempat diangkat ke tempat tidurnya. Dan dibacakan puja-puja menurut agama Hindu.

Saat mendatangi Gandhi itu Godse berpakaian necis. Celana panjangnya agak longgar tapi disetrika rapi. Baju hemnya lengan panjang putih. Dimasukkan ke celana. Dengan ikat pinggang melingkar. Postur tubuhnya ramping, tinggi dan kelihatan terpelajar.

Rupanya kini, kian banyak yang simpati pada Godse. Tidak hanya caleg wanita dari Bhopal itu saja. 

Lima tahun lalu sudah mulai muncul tuntutan itu. Persis 65 tahun setelah pembunuhan Gandhi itu. Ketika partai kanan-luar BJP memenangi Pemilu 2014.

Tuntutan itu adalah: rehabilitasilah nama Godse! Angkatlah Godse sebagai patriot bangsa.

Bahkan beberapa film dibuat. Untuk mengenang dan menghargai Godse. Diputar tepat setiap tanggal 30 Januari. Oleh kelompok kanan luar di sana.

Godse sendiri lantas dibawa ke pengadilan. Sebulan kemudian sudah mulai disidang. Bukti dan saksi lengkap. 

Tidak sampai setahun pengadilan sudah bisa memutuskan: Godse dihukum mati. Pengadilan di atas-atasnya tetap menjatuhkan hukuman mati.

Sebenarnya dua anak Mahatma Gandhi sudah mengajukan commutation. Agar Godse dimaafkan. Atau dijatuhi hukuman yang lebih ringan. Tapi Presiden India saat itu, Jawaharlal Nehru, menolak commutation itu.

Hukuman mati itu pun dilaksanakan tanggal 15 Nopember 1949. Dengan cara digantung. Di penjara Ambala, Punjab. Sekarang termasuk negara bagian Haryana. Satu jam dari Delhi.

Godse lahir di Pune, tidak jauh dari Mumbai. Ketika di SMA ia putus sekolah. Pilih jadi aktivis. Termasuk aktivis agama. Ia pilih bergabung ke organisasi keagamaan radikal: Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Lihat DI'sWay: Sayap RSS.

Godse membaca banyak sekali buku. Yang berat-berat. Dari penulis-penulis dunia. Ia pelajari juga Marxisme. Dan ia juga mengagumi ajaran Mahatma Gandhi. Ahimsa. Gerakan perlawanan dengan diam. Tanpa kekerasan.

Lama-lama Godse merasa ada yang ganjil. Ajaran Gandhi itu tidak cocok dengan lingkungan yang lagi bergejolak. Ketidakadilan tidak cukup dilawan dengan diam. Kekerasan harus dilawan kekerasan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: