APBN Regional Lampung Semester I 2026 Tumbuh 19,52 Persen, Sektor Ini Jadi Penopang
Suasana Konferensi pers Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Lampung sepanjang Semester I 2026 di Kantor DJPB Provinsi Lampung. -Foto. Anggi Rhaisa/Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Ditengah ketidakpastian ekonomi global, lonjakan inflasi, dan tingginya suku bunga dunia, perekonomian Provinsi Lampung terbukti menunjukkan ketahanan yang solid.
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Lampung sepanjang Semester I 2026 tampil efektif sebagai bantalan (cushion) untuk menjaga stabilitas sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu terungkap dalam Konferensi Pers 'APBN Kita Regional Lampung Semester I 2026' yang berlangsung di Aula Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Kamis 30 Juli 2026.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menegaskan bahwa indikator makro ekonomi Lampung saat ini berada dalam kondisi yang sangat memadai.
"Neraca perdagangan internasional kita surplus, konsumsi masyarakat tetap kuat, dan kinerja APBN terus tumbuh. Ini menjadi modal penting untuk menjaga optimisme menghadapi paruh kedua tahun 2026," ujar Purwadhi.
Berdasarkan data DJPb Lampung, neraca perdagangan internasional Lampung berhasil mencatatkan surplus sebesar US$251,32 juta pada Mei 2026.
Meski ekspor sektor pengolahan sempat terkontraksi, lonjakan ekspor di sektor pertanian (+79,63% mtm) dan pertambangan (+26,32% mtm) sukses menjadi penggerak utama.
BACA JUGA:DPRD Metro Ungkap Sejumlah Catatan Kritis atas Pertanggungjawaban APBD 2025
Di sisi lain, aktivitas impor barang modal tumbuh pesat mencapai 97,93% (mtm).
Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa dunia usaha di Lampung mulai bergairah memperluas kapasitas produksi untuk merespons prospek permintaan pasar ke depan.
Dari sektor domestik, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung utama dengan porsi mencapai 64,05% terhadap PDRB Triwulan I 2026 (tumbuh 5,54% yoy).
Sementara itu, laju inflasi daerah per Juni 2026 tetap terjaga di angka 2,46% (yoy) atau 0,55% (mtm), masih berada dalam rentang target sasaran nasional 2,5 kurang lebih 1 persen.
BACA JUGA:Efisiensi Jadi Napas APBD Pemprov Lampung 2027
Kenaikan inflasi bulanan terutama dipicu komoditas bensin, bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


