ITB-ITERA Sulap Desa Pemerihan Pesisir Barat Lewat Pakan Nano-ZnO dan Picabee

ITB-ITERA Sulap Desa Pemerihan Pesisir Barat Lewat Pakan Nano-ZnO dan Picabee

Foto bersama tim ITB-ITERA seusai rangkaian kegiatan di Desa Pemerihan, Pesisir Barat.-Sumber Foto Dokumentasi Pribadi-

RADARLAMPUNG.CO.ID— Balai Desa Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, terasa lebih hidup dari biasanya. 

Kursi-kursi plastik yang tertata rapi dipenuhi oleh para pembudi daya ikan dan belut yang datang dengan satu harapan: menemukan cara agar pakan dapat dibuat lebih murah, bernutrisi tinggi, serta mengandalkan sumber daya lokal.

Desa Pemerihan merupakan wilayah penyangga kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang memiliki bentang alam lengkap mulai dari hutan, kebun campur, persawahan, sungai, hingga pantai. 

Namun, kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya mendongkrak kesejahteraan warga. 


Penyerahan pakan Nano-ZnO dan mesin pembuat pakan kepada perwakilan kelompok pembudidaya belut Desa Pemerihan.-Foto.Dokumen Pribadi-

Selama ini, pakan ikan pabrikan harus didatangkan dari luar daerah dengan ongkos tinggi, sementara pakan racikan mandiri kerap tidak seimbang nutrisinya. 

Di sisi lain, potensi propolis dari budidaya lebah tanpa sengat justru terbuang karena warga belum mengetahui nilai ekonomisnya.

Menjawab persoalan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) turun langsung ke Desa Pemerihan melalui Program Community Development World Class University (WCU) 2025. 

Kegiatan yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI ini mengusung tajuk “Transformasi Pesisir Barat Lampung: Pemberdayaan Ekonomi, Edukasi, dan Lingkungan untuk Generasi Sehat dan Berdaya Saing” yang berlangsung sepanjang Oktober 2025 hingga Juni 2026.


Workshop pembuatan sabun berbahan dasar propolis bersama Kelompok Tani Hutan dan anggota PKK Desa Pemerihan.-Foto.Dokumen Pribadi-

Nanoteknologi Masuk Kolam Warga

Program dibuka dengan pemetaan kondisi nyata pembudi daya melalui survei, wawancara, hingga pre-test yang diikuti 18 peserta dari unsur petani, peternak, dan perangkat desa. 

Dari sana, tim memperkenalkan teknologi intinya, nanopartikel seng oksida (ZnO-NP) sebagai aditif pakan ikan air tawar seperti lele, nila, hingga belut.

​Dr. Atthar Luqman Ivansyah, S.Si., M.Si., Dosen Kimia ITB yang memaparkan materi, menjelaskan bahwa seng merupakan mineral esensial untuk pertumbuhan, metabolisme, dan imun hewan budidaya. Dalam bentuk nanopartikel, luas permukaan yang besar membuat bioavailabilitas nutrisi di saluran cerna ikan meningkat secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait