Kolaborasi Dewan Jamu Lampung, AI Ramensu, dan Lembah Suhita Perkuat Inovasi Herbal Berbasis Riset
Kolaborasi Dewan Jamu Lampung, AI Ramensu, dan Lembah Suhita Perkuat Inovasi Herbal Berbasis Riset-Foto.Dewan Jamu Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Upaya memperkuat hilirisasi produk herbal berbasis potensi lokal terus dilakukan oleh Dewan Jamu Indonesia (DJI) Perwakilan Provinsi Lampung.
Kali ini, DJI Lampung menjalin kolaborasi strategis bersama AI Ramensu dan Lembah Suhita sebagai langkah awal membangun ekosistem inovasi herbal yang menghubungkan riset, kekayaan hayati, dan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan produk herbal unggulan Lampung.
Cafe AI Ramensu, yang kini difungsikan sebagai Sekretariat Dewan Jamu Lampung, menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan dan diskusi strategis mengenai pengembangan jamu modern berbasis bukti ilmiah.
BACA JUGA:FK Unila Berdayakan Ibu Hamil untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih di Desa Merak Batin
Dari tempat inilah dirancang berbagai program kerja, termasuk penyusunan roadmap penelitian, hilirisasi produk herbal, hingga penguatan jejaring kolaborasi antara akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ketua Dewan Jamu Lampung, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP, mengatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam mengangkat potensi kekayaan hayati Lampung menjadi produk kesehatan yang memiliki nilai ilmiah, ekonomi, dan daya saing global.
“Kami ingin membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga melahirkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Cafe AI Ramensu menjadi ruang kolaborasi tempat lahirnya ide-ide besar untuk pengembangan jamu Indonesia berbasis riset dan teknologi,” ujar Prof Asep Sukohar yang juga sebagai Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Salah satu program prioritas yang lahir dari forum diskusi tersebut adalah penelitian propolis yang dihasilkan oleh lebah Tetragona apicalis yang memanfaatkan getah damar mata kucing (Shorea javanica).
BACA JUGA:Tim Dosen FK Unila Latih Kader Posyandu Skrining Kognitif Lansia Cegah Demensia
Lampung dikenal sebagai salah satu sentra penghasil damar mata kucing di Indonesia, sehingga diyakini mampu menghasilkan propolis dengan karakteristik dan kandungan bioaktif yang khas.
Penelitian ini dirancang untuk dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Laboratorium Terpadu Universitas Lampung (Unila), dengan melibatkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kimia, farmasi, biomedis, hingga kesehatan.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah, penelitian tersebut juga diarahkan pada pengajuan hak paten sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang dihasilkan sekaligus mendukung hilirisasi produk herbal berbasis kekayaan hayati Lampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


