OJK Lampung Kolaborasi Proteksi 150 ASN Guru di Pesisir Barat, Tekan Gap Literasi dan Pinjol Ilegal

OJK Lampung Kolaborasi Proteksi 150 ASN Guru di Pesisir Barat, Tekan Gap Literasi dan Pinjol Ilegal

OJK Lampung Proteksi 150 ASN Guru Lewat Asuransi Jiwa, Perluas Inklusi Keuangan di Pesisir Barat-Foto OJK Lampung -

RADARLAMPUNG.CO.ID- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesbar) dan Asuransi Astra memperluas inklusi keuangan di daerah.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui edukasi literasi keuangan sekaligus penyerahan polis asuransi jiwa secara gratis kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan kerentanan finansial masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy, melalui Deputi Direktur OJK Lampung Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi ASN pendidik merupakan jaring pengaman tambahan (safety net) sekaligus bentuk perlindungan nyata bagi keluarga.

BACA JUGA:OJK bersama Pemkab Lamtim Bangun Ekosistem Pembiayaan Penggemukan Sapi Berbasis KURDA

"Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial. Anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah tanpa harus berutang atau menjual aset berharga," ujar Ety.

Ia menambahkan, edukasi literasi keuangan harus diimbangi dengan inklusi kepemilikan produk. Dengan demikian, dampak perlindungan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kikis Gap Literasi dan Bahaya Pinjol Ilegal

Merujuk data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi berada di angka 80,51%.

Meski mengalami peningkatan, masih terdapat kesenjangan (gap) yang menunjukkan kemudahan masyarakat mengakses layanan keuangan belum sejalan dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak.

Celah inilah yang rentan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga investasi bodong saat masyarakat menghadapi kebutuhan dana mendesak.

BACA JUGA:Catatan OJK dan BEI: Investor Muda Dominasi Pasar Modal, Lampung Tembus 673 Ribu

Merespons hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pesisir Barat Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut positif program yang menyasar para pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh para guru hari ini diteruskan kepada siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi berjalan beriringan agar masyarakat siap mengelola risiko dan merencanakan masa depan," jelas Zukri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait