Sempat Hilang Kontak karena Mati Mesin Kapal, 4 Nelayan Ini Dievakuasi Selamat oleh Basarnas Lampung
Sempat Hilang Kontak karena Mati Mesin Kapal, 4 Nelayan Dievakuasi Selamat oleh Basarnas Lampung. -Foto Basarnas Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Update terbaru operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di Perairan Krakatau, Lampung.
Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, memastikan seluruh penumpang kapal yang berjumlah empat orang asal Lempasing, Teluk Betung, Bandar Lampung, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat pada Rabu (5/8) dini hari.
Keempat nelayan tersebut masing-masing bernama Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40).
Berikut rincian kronologi dan perkembangan update penanganan evakuasi oleh Basarnas Lampung.
BACA JUGA:Lima Hari Tanpa Hasil, Basarnas Lampung Perluas Pencarian ABK KM Maulana-30
Peristiwa Awal dan Laporan Masuk
Kapal nelayan yang bertolak dari Perairan Krakatau menuju Teluk Betung mengalami mati mesin pada Selasa (4/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat kerusakan tersebut, kapal terombang-ambing di tengah laut.
Pihak Basarnas Lampung baru menerima laporan keadaan darurat ini dari keluarga korban (Indah) pada pukul 21.50 WIB.
Pergerakan Tim SAR
Merenspons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni bergerak cepat mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 pada pukul 22.10 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 20,56 mil laut dari Pos SAR Bakauheni.
Penemuan dan Evakuasi Korban
Pada Rabu (5/8) pukul 01.15 WIB, tim SAR tiba di titik koordinat 6°12'35.20" LS dan 105°28'38.50" BT (sekitar 5,61 mil laut dari titik awal laporan). Seluruh ABK ditemukan dalam kondisi selamat.
Untuk mengantisipasi cuaca buruk, para korban dievakuasi terlebih dahulu ke Pulau Krakatau Besar sebagai titik perlindungan sementara.
BACA JUGA:Lampung Manfaatkan Data Satelit dan AI untuk Bantu Petani hingga Nelayan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


