Karhutla Menjalar ke Sisi Tol Bakter, Management Sebut Tak Mengganggu Arus Lalin

Karhutla Menjalar ke Sisi Tol Bakter, Management Sebut Tak Mengganggu Arus Lalin

Kebakaran lahan berdekatan dengan Jalan Toll Bakter. Foto dok PT. BTB Toll Lampung.--

RADARLAMPUNG.CO.IDKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Lampung turut merambah area di sisi ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Peristiwa itu terjadi pada Senin siang, 31 Agustus 2026, dengan salah satu titik api berada di Kilometer 86+400 Jalur A.

Meski api muncul di area yang berbatasan dengan jalan tol, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu arus lalu lintas. Pengelola tol bergerak cepat melakukan penanganan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Lampung Selatan hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Tim Humas PT Bakauheni Terbanggi Besar (BTB), Ilham Fachrul, mengatakan kebakaran yang terjadi merupakan api berintensitas kecil yang muncul di beberapa titik di sekitar ruas tol.

"Memang ada di beberapa titik, tetapi tidak mengganggu arus lalu lintas. Kebakarannya kecil dan langsung bisa diatasi," kata Ilham saat dikonfirmasi pada Selasa, 1 September 2026.

Ia menjelaskan, titik api di KM 86+400 Jalur A menjadi salah satu lokasi yang mendapat penanganan cepat. Proses pemadaman dilakukan dengan dukungan petugas Damkar Lampung Selatan agar api tidak meluas ke area yang lebih dekat dengan badan jalan tol.

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, PT BTB menyiagakan dua unit mobil water tank di sepanjang ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Kendaraan tersebut disiapkan agar dapat segera diterjunkan apabila terjadi kebakaran di sekitar jalur tol.

BACA JUGA:Bantu Warga Terdampak Kemarau Panjang, Pemkot Bandar Lampung Salurkan 30 Kg Beras untuk 96 Ribuan KPM

Selain menyiagakan armada pemadam, pengelola tol juga memperkuat langkah mitigasi melalui berbagai upaya pencegahan.

Salah satunya dengan memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tidak membuang puntung rokok maupun sumber api di sekitar ruas tol yang berpotensi memicu kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan secara berkala melalui sistem pengeras suara atau public address yang tersedia di 11 gerbang tol dan 12 rest area di sepanjang ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

"Kami juga terus mengingatkan pengguna jalan untuk tidak membuang sumber api atau puntung rokok di sekitar jalan tol," ujar Ilham.

BACA JUGA:Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampura Resmi Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026

Pengawasan di lapangan juga ditingkatkan, terutama pada titik-titik yang berbatasan langsung dengan kebun milik warga yang dinilai lebih rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.

Tim Bravo, personel Patroli Jalan Raya (PJR), dan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) rutin melakukan patroli ke lokasi-lokasi rawan tersebut. Di sisi lain, pemantauan berlangsung selama 24 jam melalui jaringan CCTV yang terhubung dengan sentra komunikasi sehingga setiap indikasi munculnya titik api dapat segera diketahui.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait