Kolaborasi LPS dan UBL: Bekali Generasi Muda Literasi Keuangan demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Lembaga Penjamin Simpanan(LPS) Doddy Zulverdi memberikan pemahaman kepada Mahasiswa UBL tentang cerdas Finansial aman menata masa depan.-Foto. Anggi Rhaisa/Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.
Kali ini, UBL sukses menggelar kuliah umum inspiratif bertajuk 'Cerdas Finansial, Aman Menata Masa Depan' yang menghadirkan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Doddy Zulverdi, di Aula Pascasarjana UBL pada Jumat, 4 September 2026.
​Acara yang menyedot antusiasme ratusan mahasiswa ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UBL Bidang Kerjasama dan Komersialisasi, Dr.Ir. Hery Riyanto, M.T., yang hadir mewakili rektor.
Dalam sambutannya, Dr. Hery menekankan pentingnya sinergi antara dunia perguruan tinggi dan lembaga negara untuk memperkuat kapasitas intelektual serta kesiapan mental mahasiswa menghadapi dunia kerja yang dinamis.
BACA JUGA:Tak Sekadar Ajarkan Menabung, LPS Bekali Ratusan Siswa SMAN 9 Bandar Lampung Hadapi Risiko Keuangan
​"Kami di UBL selalu berkomitmen menghadirkan kurikulum personal customized yang selaras dengan kebutuhan industri. Kehadiran LPS hari ini adalah momentum emas bagi mahasiswa kami lintas jurusan untuk memahami langsung pilar ekonomi bangsa, sekaligus membekali diri agar cerdas mengelola masa depan finansial mereka," ujar Dr Hery.
Peran Strategis LPS dan Dua Pilar Indonesia Emas 2045
​Sementara itu, Doddy Zulverdi dalam paparannya mengupas tuntas pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan serta mengenalkan fungsi vital penjaminan simpanan oleh LPS.
Ia menegaskan bahwa mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 memerlukan pondasi yang kuat dari generasi muda dan ketahanan sektor perbankan.
​"Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, kita bertumpu pada dua pilar utama: generasi muda yang kreatif, adaptif, dan strategis, serta sistem perbankan yang tangguh dan dipercaya masyarakat. LPS hadir untuk memastikan rasa aman itu tetap terjaga melalui fungsi penjaminan simpanan dan stabilitas perbankan kita," tegas Doddy di hadapan para peserta.
​Doddy juga membagikan tips praktis pengelolaan keuangan bagi kaum muda melalui rumus populer 50-30-20 yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk tabungan dan investasi, serta 20 persen untuk gaya hidup.
Doddy berpesan agar mahasiswa senantiasa menghindari jebakan belanja impulsif dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) demi kesehatan finansial jangka panjang.
Kuliah umum ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat, di mana para mahasiswa tampak antusias menggali wawasan seputar dunia perbankan, tips investasi aman, hingga peran nyata LPS di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


