Menjaga Pangan, Menempa Masa Depan: Jejak Pupuk Kaltim dari Pabrik Hingga Lapangan Hijau

Menjaga Pangan, Menempa Masa Depan: Jejak Pupuk Kaltim dari Pabrik Hingga Lapangan Hijau

Pupuk Kaltim resmi mengumumkan kelanjutan kerja sama sponsorship dengan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, Borneo FC.-Foto Istimewa-

RADARLAMPUNG.CO.ID– Dari balik Menjaga Pangan, Menempa Masa Depan: Jejak Hijau Pupuk Kaltim dari Pabrik Hingga Lapangan Hijau dan instalasi megah di pesisir Bontang, Kalimantan Timur, sebuah denyut nadi keberlanjutan terus berdetak kencang.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), produsen urea terbesar di Asia Tenggara, tak sekadar menjalankan roda industri kimia demi mengamankan pasokan pupuk nasional.

Lebih dari itu, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini tengah merajut kisah transformatif: bagaimana sebuah raksasa industri mampu menyatukan komitmen lingkungan, ketahanan pangan, dan pembinaan generasi muda dalam satu nafas keberlanjutan.

Di tengah tantangan krisis iklim global dan ancaman krisis pangan yang menghantui berbagai negara, peran Pupuk Kaltim menjadi kian krusial. 

Perusahaan ini tidak hanya dituntut menjaga produktivitas lahan pertanian dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap butir pupuk yang dihasilkan lahir dari proses yang ramah lingkungan. 

Prinsip industri hijau bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan panduan operasional harian yang mendarah daging di seluruh unit kerja.

Bukti nyata dari konsistensi tersebut tecermin dari pencapaian fenomenal di bidang pengelolaan lingkungan. 

Hingga tahun 2025, Pupuk Kaltim sukses mempertahankan Peringkat Emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selama sembilan kali berturut-turut. 

Capaian ini menegaskan posisi Pupuk Kaltim sebagai pelopor keberlanjutan di sektor manufaktur Indonesia.

Tak berhenti di tingkat nasional, reputasi global Pupuk Kaltim juga makin diakui dunia internasional.

Pada pertengahan 2024, lembaga pemeringkat ESG (Environmental, Social, and Governance) terkemuka, Sustainalytics, menempatkan Pupuk Kaltim di posisi teratas dalam penilaian ESG Risk Rating.

Berada di peringkat ke-3 terbaik dari 81 perusahaan di sub-sektor Agricultural Chemicals dunia, Pupuk Kaltim membuktikan bahwa industri dalam negeri mampu bersaing secara global dengan standar tata kelola lingkungan tertinggi.

Keberhasilan mempertahankan keseimbangan ekologi ini ditopang oleh infrastruktur produksi yang amat solid dan efisien. 

Saat ini, Pupuk Kaltim mengoperasikan 13 pabrik berteknologi tinggi di Bontang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: