Setelah Perbaikan Jalan, So What Next?

Setelah Perbaikan Jalan, So What Next?

--

BACA JUGA:Dunia Peri Tersembunyi di Slanik Water Park, Wahana Baru Wisata Lampung yang Wajib Didatangi

Sebaliknya, wilayah Krui di Pesisir Barat justru menawarkan gelombang tinggi Samudra Hindia yang menjadi surga bagi peselancar dunia.

Kedua, kondisi bawah laut Lampung masih alami dengan ekosistem terumbu karang yang eksotis, seperti Taman Nemo di Pahawang dan pesona Pulau Tegal Mas. 

Ketiga, terdapat fenomena alam unik berupa atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan, gugusan Pasir Timbul, hingga pemandangan Pulau Wayang. 

Keunggulan ini makin sempurna karena jarak tempuh dari pusat kota Bandar Lampung relatif dekat, hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

BACA JUGA:Gubernur Mirza Sentil Festival Krakatau Jangan Hanya Hitung Wisatawan Tapi Dampak Ekonomi

Selama ini pengelolaan wisata bahari terkendala oleh ego sektoral daerah yang hanya mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa diimbangi upaya pengembangan kawasan secara terintegrasi. 

Masalah utamanya adalah infrastruktur jalan yang sempit dan rusak.

Namun, pada 2026 ini Pemprov Lampung melangkah maju melalui perbaikan dan pelebaran jalan rigid (cor beton) menuju kawasan pesisir Mutun hingga Pesawaran

Jalan baru ini diperkirakan mampu menampung 4 hingga 5 lajur kendaraan roda empat.

BACA JUGA:Tingkatkan Wisatawan, Tourism Malaysia Manfaatkan Direct Flight Perkuat Konektivitas dengan Lampung

Pembangunan infrastruktur fisik ini harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem wisata. 

Ada beberapa langkah strategis yang harus berjalan simultan;

Sosialisasi Sadar Wisata bagi Masyarakat Pesisir

Kesadaran wisata memerlukan pendampingan berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait