Lewat CDP UBL 2026, Mahasiswa Baru Diajak Menjawab: Siapa Saya Sebenarnya?

Lewat CDP UBL 2026, Mahasiswa Baru Diajak Menjawab: Siapa Saya Sebenarnya?

Lewat CDP UBL 2026, Mahasiswa Baru Diajak Menjawab: Siapa Saya Sebenarnya?. -Foto Dok UBL For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID-Universitas Bandar Lampung (UBL) menghadirkan pendekatan yang berbeda dan segar dalam menyambut mahasiswa baru (maba) angkatan 2026.

Melalui Career Discovery Program (CDP) UBL 2026, para maba tidak hanya dikenalkan pada kehidupan kampus, melainkan diajak untuk memahami potensi diri sebelum menentukan arah masa depan mereka.

Setelah resmi dibuka oleh Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, program strategis ini langsung memasuki sesi pembelajaran interaktif yang mendalam. Salah satunya adalah sesi bertajuk “Who Am I & Self-Awareness” yang digelar di Kampus UBL.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru ditantang untuk menjawab sebuah pertanyaan mendasar: siapa saya sebenarnya?

BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Kebijakan Publik, Kanwil Kemenkum Lampung Gelar Policy Talks

Pertanyaan ini menjadi pintu masuk bagi maba untuk mengenali potensi, kekuatan, kelemahan, pengalaman, nilai hidup, serta impian besar yang ingin mereka bangun selama menjalani masa kuliah di UBL.

Bukan Sekadar Kejar IPK dan Ijazah CDP UBL 2026 

dirancang khusus agar mahasiswa tidak sekadar masuk kampus, mengikuti perkuliahan formal, dan mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ataupun ijazah semata. 

Lebih dari itu, mereka didorong memiliki kesadaran diri (self-awareness) yang matang dalam merancang perjalanan akademik dan kariernya sejak hari pertama.

Materi dalam program CDP ini menekankan bahwa self-awareness atau kesadaran diri merupakan kemampuan untuk melihat diri secara lebih sadar, objektif, dan jujur.

BACA JUGA:Kisah Haru Ibu Lulusan UBL yang Wakili Almarhum Putranya Terima Ijazah

Mahasiswa diajak mengenali apa yang mereka lakukan, memahami apa yang mereka pikirkan, membaca apa yang mereka rasakan, serta menghubungkannya dengan tujuan masa depan.

Dalam sesi tersebut, ditegaskan pula bahwa self-awareness bukanlah proses berpikir berlebihan (overthinking), melainkan fondasi penting agar mahasiswa mampu mengambil keputusan hidup, akademik, dan karier dengan lebih terarah.

Pengalaman Berbeda dan Mengesankan bagi Maba

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait