Ini 5 Sekolah Pemenang Festival Musikalisasi Puisi BBPL 2026

Ini 5 Sekolah Pemenang Festival Musikalisasi Puisi BBPL 2026

Ini 5 Sekolah Pemenang Festival Musikalisasi Puisi BBPL 2026, Kombinasi Sastra dan Nada. -Foto BBPL For Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Alunan nada berpadu bait-bait sastra indah menggema dalam babak final Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Se-Provinsi Lampung Tahun 2026 yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) ini membuat panggung Auditorium RRI Bandar Lampung mendadak riuh dan syahdu.

Ajang festival musikalisasi Puisi merupakan ajang tahunan ini kembali sukses menjadi magnet kreativitas bagi generasi muda di Lampung.

Bukan sekadar kompetisi biasa, festival ini menjelma menjadi ruang aktualisasi bagi para pelajar untuk mengemas karya sastra ke dalam harmoni musik yang memukau, sekaligus mengampanyekan budaya gemar membaca.

BACA JUGA:Diskusi Buku Sastra Bedah Buku Puisi Ari Pahala Hutabarat

Ketua Pelaksana Kegiatan, Resti Putri Andriyati, S.Hum., mengungkapkan bahwa atmosfer kompetisi tahun ini terasa sangat kompetitif sejak awal.

"Pada babak penyisihan yang berlangsung 10—14 Juni 2026 lalu, total ada 30 sekolah se-Provinsi Lampung yang mendaftar. Mereka menyetorkan dua video penampilan terbaiknya lewat kanal YouTube masing-masing," urai Resti.

Dari puluhan pendaftar tersebut, dewan juri menyaring 10 sekolah terbaik yang berhak melenggang ke babak final untuk unjuk gigi secara langsung (live performance) membawakan dua buah puisi di hadapan publik dan tim penilai.

Kesepuluh finalis tangguh itu adalah SMA Islam Kebumen, SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, SMA Perintis 2 Bandar Lampung, SMA Xaverius Bandar Lampung, SMA BPK Penabur Bandar Lampung, SMAN 1 Sumberjaya, SMAN 2 Bandar Lampung, SMAN 14 Bandar Lampung, SMAN 15 Bandar Lampung, dan SMAS Al Kautsar Bandar Lampung.

BACA JUGA:Tim Bahasa Inggris Teknokrat Juara di Ajang Internasional WINACTION 2026

Acara dibuka langsung oleh Kepala BBPL, Drs. Muhammad Muis, M.Hum. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tinggi semangat para peserta dan menekankan pentingnya esensi dari sebuah kompetisi.

“Dalam setiap kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Yang kalah jangan merasa berputus asa. Kekurangan dan kesalahan pada kompetisi dapat menjadi pelajaran dan pengalaman yang berharga untuk terus mengevaluasi aransemen dan interpretasi puisi agar tampil lebih baik pada tahun-tahun mendatang," pesan Muhammad Muis.

Ia juga mengingatkan para jawara agar tetap membumi. "Sementara yang menang harus tetap bersyukur, rendah hati, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lain dalam bergiat seni sastra,” imbuhnya.

BACA JUGA:Sinergi Unila dan Balai Bahasa Lampung, Perkuat Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Lindungi Bahasa Daerah

Persaingan di babak final terbilang sangat sengit. Setiap sekolah menyuguhkan aransemen yang genius dan penjiwaan yang dalam. Hal ini membuat tiga juri profesional di bidang sastra dan musik Inggit Putria Marga, Edythia Rio Wirawan, dan Bian Pamungkas harus bekerja ekstra keras melakukan penilaian secara cermat, objektif, dan mendalam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: