Tiga Kembar di Bandar Lampung Ini Harus Belajar Daring Akibat Abu Vulkanik Krakatau

Tiga Kembar di Bandar Lampung Ini Harus Belajar Daring Akibat Abu Vulkanik Krakatau

Dampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau membuat para siswa harus belajar daring-foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id-

RADARLAMPUNG.CO.ID —Aktivitas belajar tiga anak kembar di Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung, terganggu akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aleefah, Niswah, dan Najeeha (10) yang seharusnya mengikuti hari pertama sekolah di MIN 5 Bandar Lampung pada Senin, 7 September 2026, justru harus menjalani pembelajaran dari rumah melalui sambungan Zoom meeting.

Sejak Sabtu, 5 September 2026, ketiga siswa tersebut sudah dilarang keluar rumah oleh ibu mereka, Aidila Putri, menyusul pemberitaan tentang abu vulkanik yang mulai menyebar ke wilayah Kota Bandar Lampung. Kekhawatiran Aidila muncul karena ketiga putrinya memiliki riwayat sensitivitas tinggi terhadap debu.

Aidila menjelaskan bahwa keputusan melarang anak-anaknya beraktivitas di luar ruangan diambil setelah informasi mengenai penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Bandar Lampung. Sejak Sabtu, ketiga anaknya tidak diizinkan bermain atau melakukan kegiatan di luar rumah.

Meskipun harus belajar dari rumah, ketiga anak kembar tersebut tetap mengikuti materi pelajaran yang disampaikan secara daring. Salah satu di antaranya, Aleefah, bahkan mengikuti pembelajaran dalam kondisi demam ringan, namun tetap berusaha mengikuti pelajaran dengan antusias.

Aidila mengungkapkan bahwa meskipun anak-anaknya sudah berada di dalam rumah dan tidak keluar, mereka mulai menunjukkan gejala seperti bersin-bersin dan sakit tenggorokan.

Hal ini memperkuat kekhawatirannya karena ketiga putrinya memang memiliki sistem pernapasan yang rentan terhadap debu, termasuk abu vulkanik. Bahkan setelah banyak minum air dan tidak keluar rumah, keluhan tersebut tetap muncul.

Untuk sementara waktu, Aidila memastikan ketiga anaknya hanya beraktivitas di dalam rumah, termasuk mengikuti pembelajaran daring, tanpa izin bermain di luar seperti biasanya.

Ia berupaya agar kondisi ini tidak mengganggu pendidikan anak-anaknya, sehingga mereka tetap mengikuti pelajaran secara virtual agar tidak ketinggalan materi selama situasi udara belum membaik.

Aidila berharap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Bandar Lampung segera berlalu agar ketiga putrinya dapat kembali menjalani rutinitas normal, termasuk bersekolah dan bermain tanpa hambatan. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: