Siapkan Tani Cerdas, Teknologi IIB Darmajaya Bantu Pantau Greenhouse Dari HP
IIB Darmajaya mengembangkan teknologi untuk membantu petani mengendalikan kondisi lingkungan greenhouse.-FOTO DOKUMEN IIB DARMAJAYA -
RADARLAMPUNG.CO.ID - Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghilirisasikan teknologi Controlled Environment Agriculture berbasis Internet of Things (CEA-IoT) untuk Agro Ino Farm di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu petani mengendalikan kondisi lingkungan greenhouse agar lebih presisi, sekaligus mengurangi risiko penyakit jamur pada tanaman seledri premium.
Program IIB Darmajaya yang diterapkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., bersama Nurfiana, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A.
Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini juga melibatkan mahasiswa dalam proses instalasi, pemantauan data, dan pendampingan teknologi.
Mitra program adalah Agro Ino Farm yang dikelola Sigit Sudarsono. Usaha pertanian hidroponik tersebut selama ini menghasilkan berbagai sayuran daun, khususnya seledri dan selada, untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya.
Jawab Persoalan Iklim Mikro Greenhouse
Ketua Pelaksana Pengabdian Dr. Dodi Yudo Setyawan menjelaskan, penerapan CEA-IoT berangkat dari kondisi riil yang dihadapi mitra.
Salah satu persoalan utama adalah perubahan suhu dan kelembapan di dalam greenhouse yang sebelumnya masih banyak ditangani melalui pengamatan dan intervensi manual.
Kelembapan yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko perkembangan jamur pada tanaman. Di sisi lain, suhu yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan cekaman panas dan memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan Tani Cerdas v2.0, sebuah sistem yang mengintegrasikan sensor, perangkat kontrol, jaringan Internet of Things, website, serta aplikasi berbasis Android.
Perangkat yang dipasang di greenhouse meliputi main controller berbasis ESP32, sensor suhu dan kelembapan, sensor intensitas cahaya, sensor karbon dioksida (CO₂), sensor dissolved oxygen (DO), exhaust fan, sistem misting, solenoid valve, serta perangkat pendukung injeksi O₂ dan CO₂.
Melalui integrasi tersebut, kondisi greenhouse dapat dipantau secara real-time tanpa harus terus-menerus melakukan pemeriksaan secara manual.
BACA JUGA:Pengamat IIB Darmajaya Sarankan Evaluasi Tarif Jalan Tol Dilakukan Lebih Komprehensif
Kondisi Greenhouse Bisa Dipantau dari Ponsel
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


