Gandeng PKK Pringsewu, Itera Dorong Abon Ampas Tahu Tembus Pasar Digital
Gandeng PKK Pringsewu, Itera Dorong Abon Ampas Tahu Tembus Pasar Digital.-Foto Dok.Itera-
RADARLAMPUNG.CO.ID– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus berkomitmen mendorong daya saing UMKM lokal di Provinsi Lampung.
Terbaru, tim dosen Itera menggelar program Pemberdayaan UMKM Abon Ampas Tahu melalui Skalabilitas Produksi dan Legalitas Usaha bagi warga Desa Padang Rejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan ini didanai melalui Hibah PkM LPPM Itera Skema Program Pemberdayaan Desa Binaan Berdampak (PDB) Tahun Anggaran 2026.
Program ini diketuai oleh dosen Program Studi (Prodi) Kimia Itera, Aditya Ayuwulanda, M.Si., dengan melibatkan tim lintas disiplin ilmu.
Di antaranya Hawa Purnama C.A.C. dan Fina Khaerunnisa Frima (Prodi Kimia), Annisa Hevita G. K. S. (Prodi Sains Aktuaria), serta Chalida Syari (Prodi Sains Lingkungan Kelautan).
Selain para dosen, mitra utama kegiatan ini adalah Tim Penggerak (TP) PKK Desa Padang Rejo serta dibantu oleh 11 mahasiswa KKN Rekognisi Itera yang menerjunkan pendampingan lapangan pada 1–18 Agustus 2026.
Ketua Pelaksana PkM Itera, Aditya Ayuwulanda menjelaskan, pendampingan ini dirancang komprehensif dari hulu ke hilir agar potensi olahan abon ampas tahu tidak sekadar berhenti pada pelatihan semata.
"Kami ingin pendampingan ini memberikan dampak yang nyata. Bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun sistem produksi yang konsisten, identitas produk yang kuat, legalitas usaha, serta kesiapan mitra untuk meningkatkan kapasitas produksi," ujar Aditya.
Rangkaian Pendampingan Komprehensif
Rangkaian program pendampingan sendiri telah bergulir sejak 11 Juli 2026, diawali dengan pengembangan desain kemasan produk agar merek SIBONTA tampil lebih menarik, informatif, dan beridentitas kuat di pasaran.
Selanjutnya pada 8 Agustus 2026, tim memberikan pelatihan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi menggunakan peralatan konvensional.
Pelatihan diteruskan dengan pendampingan produksi langsung pada 12–13 Agustus 2026.
Dari tiga kali tahapan produksi yang mengacu SOP, dua di antaranya diawasi melalui uji organ oleptik bersama 20 panelis tidak terlatih guna menilai kualitas rasa, tekstur, warna, hingga aroma produk.
Tak hanya fokus pada olahan pangan, tim Itera juga mendorong aspek legalitas dan pemasaran modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


