Dosen Polinela Kembangkan Pakan Ternak dari Limbah Padi untuk Tekan Emisi Metana

Dosen Polinela Kembangkan Pakan Ternak dari Limbah Padi untuk Tekan Emisi Metana

Tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pengembang inovasi pakan cerdas iklim.---Sumber foto : Efrilia Tri Wahyu Utami, M.Pt. Dosen Prodi Teknologi Pakan Ternak- Polinela.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Limbah pertanian berupa jerami dan sekam padi dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak yang berpotensi menekan emisi gas metana. 

Inovasi ini tengah diteliti tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui kombinasi teknologi amoniasi jerami dan suplementasi biochar sekam padi.

Penelitian tersebut dipimpin Efrilia Tri Wahyu Utami, M.Pt., dengan fokus mengembangkan pakan ruminansia yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.


Proses amoniasi jerami.---Sumber Foto : Efrilia Tri Wahyu Utami, M.Pt. Dosen Prodi Teknologi Pakan Ternak- Polinela.---

Efrilia menjelaskan, jerami padi memiliki potensi besar sebagai pakan alternatif karena ketersediaannya melimpah dan harganya relatif murah. 

BACA JUGA:Tiga Mahasiswa Teknokrat Tembus 15 Besar CTF Compfest 2026

Namun, kandungan lignin dan silika yang tinggi membuat jerami sulit dicerna sehingga nilai nutrisinya masih rendah.

Melalui teknologi amoniasi menggunakan urea, struktur jerami dapat diurai untuk meningkatkan kandungan nitrogen dan kecernaannya. Meski demikian, peningkatan kecernaan serat juga perlu diimbangi dengan upaya mengendalikan produksi gas metana dari fermentasi rumen.


Proses amoniasi jerami.---Sumber Foto : Efrilia Tri Wahyu Utami, M.Pt. Dosen Prodi Teknologi Pakan Ternak- Polinela.---

"Teknologi amoniasi terbukti efektif meningkatkan kualitas nutrisi jerami padi dengan memutus ikatan lignoselulosa dan menaikkan kandungan nitrogen," ujar Efrilia mewakili tim peneliti, Rabu 30 September 2026.

Untuk melengkapi teknologi tersebut, tim mengombinasikan jerami teramoniasi dengan biochar berbahan sekam padi. 

BACA JUGA:Ukir Sejarah Tingkat Internasional, PLTU Sumsel-8 Raih Zhan Tianyou Award 2026

Material karbon berpori ini berpotensi menjadi media bagi pertumbuhan mikroba rumen yang menguntungkan sekaligus mendukung transfer elektron antarspesies atau Direct Interspecies Electron Transfer (DIET).

Mekanisme tersebut diharapkan dapat mengarahkan proses fermentasi sehingga mengurangi pembentukan metana tanpa mengganggu pencernaan pakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait