Dari Sampah Jadi Rupiah, Tim Pengabdian Unila Terapkan Mesin Pengolah Plastik di Pringsewu
Dari Sampah Jadi Rupiah, Tim Pengabdian Unila Terapkan Mesin Pengolah Plastik di Pringsewu. -Foto Tim Pengabdian Unila-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (Unila) mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui penerapan teknologi tepat guna di Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Papan Komposit Bernilai Ekonomi Berbasis Ekonomi Sirkular di Kabupaten Pringsewu” ini mengintegrasikan edukasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga produksi papan komposit.
Tim pengabdian terdiri atas Puspita Yuliandari, S.T.P., M.Si. sebagai ketua, bersama Bayu Sujadmiko, S.H., M.H., Ph.D., Niken Kusumawardani, S.E., M.Sc., Ak., CA., Kamadie Sumanda Syafis, S.E., M.Acc., Ak., Bkp., C.A., Ir. Amril Ma’ruf Siregar, S.T., M.T., IPM., dan Mahasiswa Terlibat Bagas Qamara Putra, Athanafis Lironan Martha Hadiyan, Karenina Rosa Fitria Kencana dan Intan Larasati.
Program yang diketuai Puspita Yuliandari, S.T.P., M.Si. dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian Unila, tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah plastik, khususnya plastik non-ekonomis yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pendekatan yang digunakan mengedepankan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang dapat kembali dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah.
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah serah terima dan penerapan Mesin Sheetpress Precious Plastic kepada mitra pengabdian.
Mitra dalam kegiatan pengabdian ini merupakan kelompok masyarakat dan pengelola Bank Sampah 3R Jejama Secancanan di Kabupaten Pringsewu yang diketuai Oleh Lukman Riyadi yang bergerak dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sebelum program dilaksanakan, pengelolaan sampah plastik pada tingkat mitra masih lebih banyak terbatas pada kegiatan pemilahan.
Plastik non-ekonomis yang memiliki nilai jual rendah atau belum memiliki pemanfaatan lanjutan masih menjadi residu dan belum optimal untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.
Di sisi lain, keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah plastik serta ketersediaan teknologi tepat guna untuk menghasilkan produk juga masih terbatas.
Kondisi tersebut menjadi titik awal kolaborasi antara Universitas Lampung dengan mitra masyarakat dan pengelola TPS 3R.
Mesin Mesin Sheetpress Precious Plastic digunakan sebagai sarana utama untuk mengolah limbah plastik menjadi papan komposit melalui proses pemanasan dan penekanan.
Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam mengolah limbah plastik secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Tidak berhenti pada penerapan mesin, masyarakat juga mendapatkan pelatihan secara langsung dalam mengolah bahan baku berupa limbah tutup botol plastik jenis HDPE (High-Density Polyethylene).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


