disway awards

Jalinbar Pringsewu 'Terkunci' Arus Balik, Ini Titik Macet Parah yang Harus Dihindari

Jalinbar Pringsewu 'Terkunci' Arus Balik, Ini Titik Macet Parah yang Harus Dihindari

Jalinbar Pringsewu 'Terkunci' arus balik, ini titik macet parah yang harus dihindari. -Foto Agus S/Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Arus balik Lebaran di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera wilayah Kabupaten Pringsewu mulai menunjukkan titik jenuh 'terkunci'.

Mobilitas kendaraan yang melonjak tajam sejak pagi hingga malam hari membuat jalur utama ini kerap mengalami ketersendatan parah.

Peningkatan volume kendaraan terpantau mulai terjadi sejak pukul 10.00 WIB dan terus bertahan hingga pukul 22.00 WIB. Kondisi ini dipicu oleh gelombang pemudik yang mulai kembali ke perantauan.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra, mengungkapkan bahwa puncak kepadatan kendaraan biasanya terjadi pada sore hingga malam hari.

BACA JUGA:Niat Mudik Berujung Jeruji, Pelaku Penggelapan Motor di Pringsewu Ditangkap Polisi ​

​"Puncak kepadatan biasanya berada di rentang waktu pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Kendaraan didominasi oleh roda empat dari arah Tanggamus menuju Bandar Lampung," ujar Iptu I Kadek Gunawan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik yang menjadi "biang kerok" kemacetan di sepanjang Jalan Ahmad Yani meliputi, ​Kawasan Bakso Wahyu, ​Mall Chandra Pringsewu,​Nada Busana dan​Simpang Tugu Gajah

Ketersendatan ini bukan hanya disebabkan oleh volume kendaraan pemudik berpelat luar daerah (B, A, dan plat Jawa), tetapi juga diperparah oleh tingginya aktivitas lokal.

​Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk pusat perbelanjaan serta lokasi wisata kuliner di sepanjang jalur protokol memperlambat laju kendaraan di jalur utama secara signifikan.

BACA JUGA:Alami Kendala di Jalinbar Pringsewu? Jangan Panik, Segera Hubungi Call Center 110

Guna mencegah kemacetan total (stuck), Satlantas Polres Pringsewu telah menyiagakan personel di berbagai titik rawan. Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain

​Pemasangan Barrier: Membatasi akses putar balik sembarangan yang memicu antrean.

​Tim Urai: Penempatan personel bergerak untuk mengurai titik sumbatan secara cepat.

​Rekayasa Lalu Lintas: Pengalihan arus ke jalur-jalur alternatif jika volume di jalur utama sudah tidak menampung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: