disway awards

DLH Lampung Akui Masih Ada Kendala Dalam Uji Coba POC dari Sisa MBG untuk Tingkatkan Kesuburan Tanah

DLH Lampung Akui Masih Ada Kendala Dalam Uji Coba POC dari Sisa MBG untuk Tingkatkan Kesuburan Tanah

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Provinsi Lampung, Junaedi Rahmad.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menyatakan uji coba pemanfaatan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Meski demikian, pengolahan limbah padat masih menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi ke depan.

Uji coba tersebut dilakukan sekitar tiga bulan lalu pada tanaman cabai dan padi di kawasan PKK Agropark, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. 

Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tanaman yang cukup baik setelah diberikan POC hasil olahan limbah MBG.

BACA JUGA:Mobil Camat Sukau Terlibat Lakalantas di Bandarbaru, Pengendara Motor Meninggal

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Provinsi Lampung, Junaedi Rahmad, mengatakan uji coba telah melalui tahapan kajian dan pengujian lapangan bersama tim kajian serta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.

“Sudah melalui kajian oleh tim. Kemarin kami juga turun langsung ke lapangan. Dari hasil laporan, uji coba ini dinyatakan berhasil dan POC yang dihasilkan mampu meningkatkan kesuburan tanah,” ujar Junaedi, Selasa 3 Februari 2026.

Menurut Junaedi, POC yang dihasilkan dari limbah cair sisa MBG memberikan respons positif pada tanaman cabai dan padi. 

Namun demikian, pengelolaan limbah padat seperti nasi dan sisa makanan masih memerlukan dukungan alat tambahan agar dapat diolah secara optimal.

BACA JUGA:Perkuat Investasi Daerah, BRI Jalin Kolaborasi dengan BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM

“Untuk limbah padat memang masih perlu alat tambahan agar bisa diolah lebih lanjut. Ini yang masih menjadi kendala dan ke depan harus diberikan jalan keluar,” katanya.

DLH menilai, berdasarkan hasil kunjungan lapangan dan masukan tim kajian, kunci keberhasilan pemanfaatan sampah MBG terletak pada pemilahan sampah sejak dari sumber, yakni di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sampah harus terpilah di SPPG. Kalau masih bercampur, akan menyulitkan. Limbah cair yang diuji coba ini berasal dari sisa cucian beras dan sayuran yang tidak mengandung sabun. Sementara nasi dan sisa makanan padat harus dipisahkan,” jelas Junaedi.

Ke depan, DLH Provinsi Lampung akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah MBG yang akan diterapkan di seluruh SPPG. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait