Karier Dibuka dan Ditutup di Bappeda, Hampir 30 Tahun Herlina Warganegara Mengabdi untuk Lampung
Herlina Warganegara pensiunan ASN dilingkungan Pemprov Lampung.---Sumber foto : dokumen pribadi.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Hampir tiga dekade mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi perjalanan panjang yang penuh pengalaman bagi Herlina Warganegara.
Selama hampir 30 tahun, ia meniti karier dari seorang staf hingga dipercaya memimpin berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) strategis sebelum menutup masa pengabdiannya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.
Perempuan kelahiran 14 Desember 1959 itu memulai karier sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Bappeda Provinsi Lampung pada Maret 1991. Hampir tiga dekade kemudian, ia kembali ke instansi yang sama sebagai Kepala Bappeda sebelum memasuki masa purna tugas pada 1 Januari 2020.
"Karier saya dibuka dan ditutup di Bappeda. Purna tugas per 1 Januari 2020," kenangnya.
Meniti Karier dari Staf hingga Kepala Bappeda
Lulusan Fakultas Ekonomi yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Manajemen (M.M.) Universitas Lampung (Unila) itu menapaki jenjang birokrasi secara bertahap.
Kariernya diawali sebagai staf Bappeda. Pada 1996, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Ekonomi Bidang Penelitian Bappeda. Lima tahun kemudian, ia menjabat Kepala Subbidang Produksi Bidang Ekonomi Bappeda.
Saat Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) dipisahkan dari Bappeda pada 2002, Herlina dipercaya memimpin Bidang Ekonomi dan Keuangan Balitbangda. Selanjutnya, pada 2005 ia kembali ke Bappeda sebagai sekretaris.
Pengalaman birokrasinya semakin beragam ketika dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, yakni Kepala Bagian Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat pada Biro Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Kepala Bagian Kerja Sama Biro Otonomi Daerah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, hingga Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Memasuki jenjang pimpinan tinggi pratama, Herlina dilantik sebagai Kepala Biro Bina Sosial pada 2011. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung.
Kariernya terus berlanjut sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung pada 2014, Kepala Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Daerah pada 2015, hingga akhirnya kembali ke Bappeda sebagai Kepala Bappeda Provinsi Lampung pada 2018 sampai memasuki masa purna tugas.
Bappeda Menjadi Sekolah Kepemimpinan
Bagi Herlina, Bappeda menjadi tempat yang paling membentuk pola pikirnya sebagai birokrat. Menurutnya, hampir seluruh persoalan pemerintahan bermuara pada proses perencanaan sehingga seorang perencana harus mampu melihat pembangunan secara utuh.
Di instansi tersebut, ia banyak belajar dari para seniornya, yakni almarhum Prof. Dr. Ir. Harris Hasyim, M.A., yang saat itu menjabat Ketua Bappeda Lampung, serta Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., yang kala itu menjadi Wakil Ketua Bappeda Lampung dan kemudian menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari keduanya, ia belajar pentingnya memahami persoalan secara menyeluruh sebelum mengambil kebijakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


