Investasi Lampung Tembus Rp7 Triliun, Proyek Bioetanol Rp2,5 Triliun Jadi Andalan 2026
Kepala DPMPTSP Lampung Sumsurijal.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Realisasi investasi di Provinsi Lampung sepanjang semester I 2026 mencapai sekitar Rp7,03 triliun atau 43,4 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp16,2 triliun.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun, didorong oleh peningkatan investasi pada triwulan II serta masuknya proyek strategis pengembangan ekosistem bioetanol senilai sekitar Rp2,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung, Sumsurijal, mengatakan pada triwulan I realisasi investasi baru mencapai sekitar Rp2,3 triliun atau 14,53 persen dari target tahunan.
Namun pada triwulan II terjadi peningkatan signifikan dengan realisasi sekitar Rp4,6 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp3,3 triliun.
BACA JUGA:Mantap, 14 Jurnal Ilmiah Unila Tembus Akreditasi SINTA, Ini Daftar Lengkapnya
"Kalau digabungkan, realisasi investasi semester pertama mencapai sekitar Rp7 triliun atau 43,4 persen dari target investasi tahun ini," kata Sumsurijal, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, sektor yang paling banyak menyerap investasi masih didominasi industri makanan, disusul sektor pertambangan, energi kelistrikan, serta sektor pertanian dalam arti luas seperti tanaman pangan, perikanan, dan peternakan.
Berdasarkan data DPMPTSP, industri makanan mencatat nilai investasi terbesar yakni sekitar Rp1,806 triliun, diikuti jasa lainnya sebesar Rp1,330 triliun, pertambangan Rp1,018 triliun, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp680,6 miliar, serta perdagangan dan reparasi sekitar Rp476,8 miliar.
Sumsurijal mengungkapkan, salah satu investasi strategis yang diproyeksikan segera terealisasi ialah pembangunan ekosistem bioetanol di Lampung.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Kandidat Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Tinggal Tunggu Pengumuman FIFA
Menurutnya, pemerintah bersama PTPN telah menyiapkan dua lokasi, yakni di Rejosari, Natar dan Tegineneng, yang sebelumnya juga telah ditinjau langsung oleh menteri terkait.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking oleh pemerintah pusat. Kalau investasi ini terealisasi tahun ini, nilainya diperkirakan sekitar Rp2,5 triliun," ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya pulih, Pemerintah Provinsi Lampung terus memberikan kepastian kepada calon investor bahwa Lampung merupakan daerah yang layak dan menjanjikan untuk investasi.
"Pak Gubernur terus mengarahkan agar para investor yakin Lampung menjadi salah satu wilayah alternatif terbaik untuk berinvestasi, khususnya pada tahun 2026," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


