Mulai Terdampak Kemarau, Warga Lampung Bisa Minta Bantuan Air Bersih ke BBWS Mesuji Sekampung

Mulai Terdampak Kemarau, Warga Lampung Bisa Minta Bantuan Air Bersih ke BBWS Mesuji Sekampung

Masyarakat berbondong-bondong mengambil air bantuan dari BBWS Mesuji Sekampung.---Foto : Ist.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Memasuki puncak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih kini dapat mengajukan bantuan melalui Posko Siaga Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi dampak kekeringan di berbagai wilayah Provinsi Lampung.

Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi musim kemarau, mulai dari penyaluran bantuan air bersih, pengelolaan bendungan, hingga optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Sebagai bentuk penanganan langsung di lapangan, BBWS Mesuji Sekampung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

BACA JUGA:Yuk, Manfaatkan Promo Bundling Skincare Himalaya di Indomaret

Pada Rabu 29 Juli 2026, bantuan disalurkan kepada sekitar 250 kepala keluarga di Perumahan Bukit Alam Asri, Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Bantuan menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter itu disambut antusias warga yang telah menyiapkan berbagai wadah penampungan air.

Sebelumnya, distribusi air bersih juga dilakukan di Desa Rejo Katon dan Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, serta Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BBWS Mesuji Sekampung juga berupaya menjaga pasokan air untuk lahan pertanian agar produksi pangan tetap terjaga selama musim kemarau.

BACA JUGA:Pemprov Lampung Targetkan Pendapatan Rp7,229 T di 2027, Siapkan Rp300 M Bayar Utang

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoperasikan Pintu Floodway Nomor 1 dan Nomor 2 di Bendung Gerak Jabung sejak 23 Juli 2026.

Kedua pintu dibuka dengan elevasi masing-masing 10 sentimeter sehingga menghasilkan debit aliran sebesar 23,56 meter kubik per detik.

Aliran air tersebut dialirkan ke wilayah hilir Bendung Gerak Jabung menuju Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. 

Pengaliran ini mampu mengisi Saluran Floodway Pisang sekaligus mendorong intrusi air laut sehingga berubah menjadi air tawar dengan tingkat keasaman (pH) 7.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: