Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung Molor, Pemerintah Kejar Rampung 12 Agustus

Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung Molor, Pemerintah Kejar Rampung 12 Agustus

Penampakan salah satu bangunan Sekolah Rakyat Terpantau Lampung di Kota Baru yang masih tahap penyelesaian.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.IDPembangunan Sekolah Rakyat Terpadu Provinsi Lampung di Kota Baru, Lampung Selatan, belum rampung meski sebelumnya sempat ditargetkan selesai pada Juni hingga Juli 2026. 

Keterbatasan pasokan material di tengah tingginya kebutuhan proyek konstruksi menjadi penyebab utama molornya penyelesaian pembangunan tersebut.

Meski demikian, progres pembangunan kini telah mencapai 94 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai kontrak pada 12 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan Radarlampung.co.id di lokasi proyek pada Jumat, 31 Juli 2026 siang, aktivitas pembangunan masih berlangsung di sejumlah titik. Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan pekerjaan akhir pada beberapa bangunan.

BACA JUGA:Kepala SPPG di Tanggamus Diduga Selingkuh, KPPG Usulkan Sanksi Pemberhentian

Dari area depan kompleks sekolah, perancah (scaffolding) masih terpasang di sejumlah bangunan. Selain itu, masih terlihat beberapa gedung yang belum dipasangi kaca pada bagian jendela maupun pintu. 

Di beberapa sisi bangunan lainnya belum dilakukan pengecatan sehingga proyek belum sepenuhnya siap digunakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis Satuan Kerja Lampung, Arius Fedrinaldo, mengatakan secara umum tidak terdapat kendala teknis yang berarti selama pelaksanaan proyek. Namun, proses pembangunan sempat terdampak persoalan ketersediaan material di pasaran.

"Kalau kendala, mungkin ada beberapa faktor yang berkaitan dengan isu global. Masalah utama yang kami hadapi adalah soal ketersediaan material. Material ini bisa dibilang menjadi rebutan di pasaran," katanya.

BACA JUGA:Rekrutmen CPNS Lampung Masih Dikaji, BKD Sesuaikan Kebutuhan dan Kemampuan Anggaran

Selain pasokan material, banyaknya proyek pembangunan yang berlangsung secara bersamaan juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan material maupun tenaga kerja.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Arius memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dan kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

"Sampai saat ini pembangunannya sudah mencapai 94 persen. Kami sedang mengejar penyelesaian tahap finishing dan optimistis seluruh pekerjaan selesai pada 12 Agustus sesuai kontrak," ujarnya.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian gedung asrama dan ruang kelas jenjang SMP. Sementara gedung SD, asrama SD, dan asrama SMP telah selesai dibangun dan dinyatakan siap digunakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: