PJJ Lampung Gelombang Pertama Saring 29 Peserta, Pendaftaran Dibuka Lagi Agustus
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA yang dibuka Pemerintah Provinsi Lampung mulai menunjukkan respons dari masyarakat.
Dari pendaftaran gelombang pertama yang berlangsung pada 6–31 Juli 2026, sebanyak 35 orang mendaftar, namun hanya 29 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dan siap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengatakan, sebanyak 29 peserta yang lolos verifikasi akan segera memulai proses pembelajaran yang diawali dengan MPLS.
"Alhamdulillah sudah ada 35 orang yang berminat. Setelah kami verifikasi, yang memenuhi syarat ada 29 orang. Mereka akan segera mengikuti MPLS sebelum memulai pembelajaran," ujar Thomas, Senin 3 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung Molor, Pemerintah Kejar Rampung 12 Agustus
Ia menjelaskan, pendaftaran gelombang pertama telah ditutup pada 31 Juli 2026. Meski jumlah peserta belum besar, Disdikbud tetap bersyukur karena program PJJ mulai diminati masyarakat yang sebelumnya putus sekolah.
Untuk memperluas jangkauan program, Disdikbud juga memastikan akan membuka pendaftaran gelombang kedua pada Agustus 2026. Jadwal pembukaan masih dalam tahap koordinasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kami berharap masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui program PJJ dapat memanfaatkan kesempatan pada gelombang kedua nanti," katanya.
Thomas menjelaskan, seluruh peserta yang lolos berasal dari empat sekolah penyelenggara PJJ. Program tersebut menginduk pada SMA Negeri 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk, sementara tiga sekolah lainnya menjadi sekolah mitra.
BACA JUGA:Minta APH Buka Kembali Kasus Dugaan Potong Upah Buruh Gudang Kopi
Adapun sebaran 29 peserta tersebut yakni SMAN 1 Gunung Sugih sebanyak 13 siswa dari Lampung Selatan dan Lampung Tengah, SMAN 2 Bandar Lampung delapan siswa dari Lampung Utara, Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung, SMAN 1 Rawajitu Selatan lima siswa dari Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Ogan Komering Ilir, dan OKU Selatan, serta SMAN 1 Pagar Dewa tiga siswa asal Lampung Barat.
Thomas mengungkapkan, proses verifikasi dilakukan dengan memeriksa persyaratan administrasi, termasuk ketentuan bahwa calon peserta harus memiliki jeda minimal satu tahun setelah lulus sekolah.
"Peserta tidak boleh baru lulus langsung mendaftar. Harus ada jeda minimal satu tahun, sehingga rata-rata usia peserta sekitar 18 sampai 19 tahun. Kemungkinan yang tidak lolos karena baru lulus," jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS nantinya akan lebih banyak dilakukan secara daring. Namun, pada awal kegiatan dimungkinkan ada pertemuan tatap muka untuk perkenalan sebelum seluruh proses belajar dilanjutkan secara online.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


