Harga Pangan Turun, Lampung Deflasi 0,49 Persen pada Juli 2026

Harga Pangan Turun, Lampung Deflasi 0,49 Persen pada Juli 2026

Rilis berita statistik Provinsi Lampung.---Foto : BPS Lampung.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga sejumlah bahan pangan di Provinsi Lampung mengalami penurunan pada Juli 2026 dan mendorong terjadinya deflasi bulanan sebesar 0,49 persen. 

Penurunan harga bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, hingga telur ayam ras menjadi faktor utama yang membuat biaya hidup masyarakat lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung pada Juli 2026 mengalami deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,49 persen.

Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo, menjelaskan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi dengan penurunan harga mencapai 1,73 persen atau memberikan andil deflasi sebesar 0,59 persen.

BACA JUGA:Hibah untuk Kejaksaan Disorot, Pemprov Lampung Jelaskan Mekanismenya

"Deflasi pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan," ujar Hermawan dalam rilis resmi BPS Provinsi Lampung, Senin 3 Agustus 2026.

BPS mencatat bawang merah menjadi komoditas yang paling besar menahan laju harga dengan andil deflasi sebesar 0,23 persen.

Disusul cabai merah sebesar 0,13 persen, daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing 0,07 persen, serta tomat sebesar 0,05 persen.

Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami penurunan harga. Beberapa kebutuhan masyarakat justru mengalami kenaikan, seperti bensin yang menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan andil 0,09 persen. 

BACA JUGA:Tuntut Keadilan, Ratusan Guru Honorer Geruduk Kantor Pemkot Metro

Selain itu, harga beras menyumbang inflasi 0,07 persen, diikuti telepon seluler sebesar 0,02 persen, daging sapi dan nugget masing-masing 0,01 persen.

Secara kelompok pengeluaran, inflasi juga masih terjadi pada kelompok Transportasi sebesar 0,54 persen, Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,43 persen, serta Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,39 persen.

Sementara itu, jika dibandingkan Desember 2025, inflasi tahun kalender Lampung hingga Juli 2026 tercatat sebesar 1,92 persen.

Adapun secara tahunan atau year on year (y-on-y), inflasi Lampung pada Juli 2026 mencapai 1,76 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 2,46 persen maupun Juli 2025 yang mencapai 2,63 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: