Jembatan Way Bungur Menunggu Lahan, Pemkab Lamtim Diminta Tuntaskan Oktober
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur diminta segera menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Way Bungur.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menegaskan proyek senilai sekitar Rp96 miliar itu hanya dapat dimulai apabila seluruh lahan telah bebas paling lambat Oktober 2026.
Plt Kepala BPJN Lampung, Giri Yudhono, mengatakan pembangunan Jembatan Way Bungur menjadi salah satu usulan prioritas yang telah lama dipersiapkan.
Bahkan, proyek tersebut sempat menjadi perhatian saat kunjungan Wakil Presiden ke lokasi beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air Hadapi El Nino
Menurut Giri, desain teknis pembangunan jembatan telah selesai disusun oleh BPJN. Namun, hingga kini realisasinya masih terkendala proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
"Usulan lainnya termasuk Jembatan Way Bungur. Dulu saat Bapak Wakil Presiden berkunjung ke sana, kami diarahkan untuk menanganinya. Desainnya sudah disiapkan oleh balai sebelum saya bertugas di sini. Permasalahannya tinggal di pembebasan lahan," kata Giri.
Ia mengungkapkan, Pemkab Lampung Timur sebelumnya menyampaikan komitmen akan menyelesaikan pembebasan lahan pada Desember 2026.
Namun, apabila proyek tersebut masuk dalam skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) tahun ini, proses pembebasan lahan harus dipercepat.
BACA JUGA:Stok Beras BULOG Lampung 288 Ribu Ton, Masyarakat Tak Perlu Khawatir Pasokan Aman
BPJN memberikan syarat agar seluruh lahan sudah berstatus bebas paling lambat pada Oktober 2026 sehingga pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai.
"Pemda Lampung Timur berjanji akan menyelesaikan pembebasan lahan pada bulan Desember. Namun, jika ini masuk dalam program IJD tahun ini, kami memberi syarat agar lahan sudah harus bebas di bulan Oktober. Jika lahan belum bebas, kami tidak akan berani memulai karena berisiko konflik dengan masyarakat," tegasnya.
Giri menjelaskan, nilai paket pembangunan Jembatan Way Bungur diperkirakan mencapai sekitar Rp96 miliar.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk membangun bentang jembatan, tetapi juga pekerjaan jalan pendekat atau oprit yang membutuhkan konstruksi khusus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


