BPS: Kemiskinan Lampung Turun Jadi 9,31 Persen, Tapi Laju Penurunannya Melambat

BPS: Kemiskinan Lampung Turun Jadi 9,31 Persen, Tapi Laju Penurunannya Melambat

Profil kemiskinan Lampung Maret 2026.---Tangkap layar ---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat tingkat kemiskinan di Lampung pada Maret 2026 turun menjadi 9,31 persen atau setara 831.890 jiwa.

Meski menunjukkan tren positif, BPS mengingatkan laju penurunan kemiskinan mulai melambat sehingga diperlukan strategi yang lebih kreatif dan berbasis data untuk mempercepat pengentasannya.

Kepala BPS Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun 0,35 persen poin dibandingkan September 2025.

Namun, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode penurunan sebelumnya.

"Kalau kita lihat tren, memang kemiskinan terus menurun. Tetapi laju penurunannya mulai melambat. Semakin kecil tingkat kemiskinan, maka effort yang dibutuhkan untuk menurunkannya semakin besar. Cara-cara konvensional tidak bisa lagi diandalkan, perlu strategi yang lebih kreatif dan berbasis data," ujar Ahmadriswan saat merilis Profil Kemiskinan Provinsi Lampung Maret 2026 pekan ini.

BACA JUGA:Mahasiswa Teknokrat Digembleng Jadi Agen Perubahan Lewat Kepemimpinan Hadapi Era AI

Menurutnya, penurunan kemiskinan kali ini dipengaruhi berbagai indikator makro yang relatif membaik. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 mencapai 5,58 persen, sementara konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat 3,95 persen, turun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 4,07 persen.

Selama satu tahun terakhir, jumlah penduduk bekerja juga bertambah sekitar 34,53 ribu orang.

Meski demikian, inflasi tetap menjadi faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat. Sepanjang September 2025 hingga Maret 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,51 menjadi 110,32 atau mengalami inflasi sekitar 1,67 persen.

Pada Maret 2026 sendiri, inflasi tahunan Lampung mencapai 1,16 persen, dengan komoditas penyumbang utama antara lain daging ayam ras, bensin, telur ayam ras, beras, dan vitamin.

BACA JUGA:Tobong Arang di Mesuji Terbakar Tengah Malam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Selain faktor ekonomi, Ahmadriswan menyebut bantuan sosial dan belanja pemerintah juga berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat.

Hingga Februari 2026, realisasi belanja pemerintah di Provinsi Lampung mencapai Rp5,16 triliun, atau tumbuh 7,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: