Inflasi Lampung Agustus 2026 Capai 3,53 Persen, Pendidikan dan Beras Jadi Pemicu
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Lampung Hermawan Prasetyo.---Sumber foto : tangkap layar.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Tekanan harga di Provinsi Lampung kembali meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Agustus 2026 mencapai 3,53 persen.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2025 yang hanya sebesar 1,05 persen.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Lampung Hermawan Prasetyo mengatakan, secara bulanan Lampung juga mengalami inflasi sebesar 0,23 persen pada Agustus 2026.
“Kalau dilihat secara kumulatif sejak awal tahun, tingkat inflasi tahun kalender hingga Agustus 2026 telah mencapai 2,16 persen,” kata Hermawan dalam rilis resmi statistik awal September 2026.
BACA JUGA:Sampai Malam Ini, Promo SSR Indomaret: Minyak Goreng 2L Mulai Rp41.500
Berdasarkan kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok yang dipantau, sebanyak sembilan kelompok memberikan andil terhadap inflasi bulanan.
Tekanan paling tinggi datang dari kelompok Pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 1,80 persen. Kelompok ini sekaligus menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi bulanan Lampung, yakni 0,10 persen.
Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta kelompok Transportasi tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi bulanan.
Sejumlah komoditas turut menjadi pemicu kenaikan harga sepanjang Agustus. Lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan yakni beras, daging ayam ras, kacang panjang, jagung manis, dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga mampu menahan laju inflasi. Komoditas tersebut antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, bensin, dan angkutan udara.
Inflasi Tahunan Didorong Emas hingga Beras
Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, tekanan inflasi Lampung terlihat lebih kuat.
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,42 persen, dengan andil terhadap inflasi umum mencapai 0,61 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


