KPPG Evaluasi Penyajian Buah Berbiji Pasca Pelajar Tewas Tersedak Kelengkeng MBG

KPPG Evaluasi Penyajian Buah Berbiji Pasca Pelajar Tewas Tersedak Kelengkeng MBG

Kepala KPPG Bandar Lampung Achmad Hery Setiawan bersama jajaran mendatangi rumah duka, Selasa 22 September 2026.---Sumber Foto : Kepala KPPG Bandarlampung.---

RADARLAMPUNG.CO.ID — Musibah meninggalnya seorang pelajar setelah tersedak buah kelengkeng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajaran Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).

Kepala KPPG Bandar Lampung Achmad Hery Setiawan mengatakan, BGN kini melakukan kajian dan evaluasi terhadap mekanisme penyajian menu berbahan buah berbiji dalam program MBG.

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar risiko serupa dapat diminimalkan dalam pelaksanaan MBG ke depan.

"BGN bertransformasi dan sedang melakukan kajian serta mengevaluasi kembali terkait mekanisme penyajian menu berbahan buah berbiji pada program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang," kata Achmad Hery kepada Radarlampung.co.id, Rabu 23 September 2026.

BACA JUGA:111.165 Siswa Lampung Hadapi TKA, Disdikbud Siapkan Strategi Double Teaching

Langkah evaluasi itu dilakukan setelah siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Lampung Tengah, Reyhan Arisyah Putra (9), meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu MBG, Selasa 22 September 2026.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga memakan buah kelengkeng sambil bermain dan berlari-larian hingga buah tersebut menyumbat saluran pernapasannya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dari teman dan pihak sekolah sebelum dibawa ke Puskesmas Poncowarno. Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Kartini Kalirejo, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

BACA JUGA:Mau ke Pestapora 2026? Tiket Bisa Lebih Ringan dengan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Pasca kejadian tersebut, KPPG Bandar Lampung selaku perwakilan BGN didaerah mendatangi rumah duka pada Selasa 22 September 2026.

Achmad Hery mengatakan, kedatangan tersebut sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memberikan tali asih.

"Kami mewakili pimpinan BGN dan jajaran KPPG bertakziah ke rumah duka, mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum ananda Reyhan Arisya Putra," ujarnya.

Menurut Achmad Hery, keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan yang menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah dan ujian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait