Kendaraan Baru di Lampung Bertambah 14 Ribu Unit, Penjualan Pick Up Naik 41 Persen dalam 9 Bulan
Kendaraan Baru Lampung Tembus 124 Ribu Unit, Tren Positif Angkutan Barang Lampung.---Sumber foto : Pemprov.---
RADARLAMPUNG.CO.ID — Penjualan kendaraan baru di Lampung sepanjang Januari-September 2026 menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menariknya, kenaikan cukup kuat terjadi pada sejumlah kendaraan yang berkaitan dengan aktivitas angkutan dan distribusi barang.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung yang diunggah melalui akun Instagram resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, total kendaraan baru yang tercatat hingga September 2026 mencapai 124.795 unit.
Angka itu meningkat 14.256 unit atau 12,90 persen dibanding periode Januari-September 2025 yang mencapai 110.539 unit.
Kenaikan terjadi pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Kendaraan roda dua meningkat dari 101.540 unit pada 2025 menjadi 113.039 unit pada 2026 atau bertambah 11.499 unit.
BACA JUGA:Alumni Teknokrat Jadi Master Teacher Coach Ruangguru
Sementara kendaraan roda empat mencatat pertumbuhan lebih tinggi secara persentase. Dari 8.999 unit pada 2025 menjadi 11.756 unit pada 2026, atau bertambah 2.757 unit atau 30,64 persen.
Pada kelompok kendaraan roda empat, pick up menjadi jenis dengan kenaikan unit terbesar. Penjualannya meningkat dari 1.957 unit pada Januari-September 2025 menjadi 2.763 unit pada periode yang sama 2026.
Artinya, terdapat tambahan 806 unit atau sekitar 41 persen.
Kenaikan juga terlihat pada kendaraan angkutan barang lainnya. Penjualan truck meningkat dari 235 unit menjadi 752 unit atau bertambah 517 unit. Sementara light truck naik dari 547 unit menjadi 677 unit atau bertambah 130 unit.
BACA JUGA:Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Cashback 20 Persen hingga Kesempatan Dapat Emas Menanti!
Selain kendaraan niaga, minibus juga mengalami peningkatan 680 unit, dari 5.374 unit menjadi 6.054 unit. Kendaraan listrik roda empat bahkan bertambah 577 unit, dari 241 unit menjadi 818 unit.
Data tersebut merupakan rekap BBN1 berdasarkan jenis kendaraan yang dihimpun Bapenda Lampung. Bapenda menyebut pertumbuhan kendaraan tersebut sekaligus mencerminkan potensi penerimaan pajak daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Akademisi sekaligus pengamat keuangan publik Universitas Lampung Saring Suhendro melalui rilis Dinas Kominfotik Lampung, menilai kenaikan kendaraan niaga dapat menjadi salah satu sinyal adanya perubahan kebutuhan sarana angkutan barang di Lampung.
Namun, menurutnya, data penjualan kendaraan tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai indikator tunggal meningkatnya aktivitas ekonomi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


