Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal Tanggapi Protes Mahasiswa

Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal Tanggapi Protes Mahasiswa

Radarlampung.co.id - Aksi protes mahasiswa terhadap kondisi yang terjadi saat ini mendapat tanggapan Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal. Kepada wartawan, dia menilai penyampaian aspirasi mahasiswa adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Dedi menilai aksi mahasiswa pada Selasa (18/9) lalu adalah bentuk dukungan kepada pemerintah. Penyampaian aspirasi, lanjutnya, juga perlu memperhatikan sisi ketertiban. ’’Saya apresiasi idealisme mahasiswa untuk melakukan kritik kepada pemerintah. Saya anggap ini positif untuk pemerintah melakukan perbaikan. Saya menganggap ini dukungan untuk pemerintah saat ini,” kata dia. Tetapi, lanjut Dedi, mahasiswa harus melihat persoalan secara lebih luas dan komprehensif. ’’Kalau yang dipersoalkan kenaikan rupiah terhadap dolar itu wajar. Sebab, ini juga sudah terjadi sejak tahun 1998. Dan, saya kira untuk saat ini masih bisa terkendali kok,” ujarnya. Dedi melanjutkan, melihat secara luas artinya melihat apa saja yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. ’’Saya pikir masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai apa yang bisa dikerjakan oleh pemerintah. Masyarakat juga bisa melihat secara jujur. Apakah pemerintah saat ini masih berjalan pada jalurnya atau tidak, saya kira masih,” katanya. Dia juga mengingatkan agar sikap yang dilakukan tidak terbawa dalam kepentingan politik. Di mana untuk mahasiswa harus fokus pada perkuliahan. Namun tidak juga meninggalkan idealisme sebagai seorang penerus bangsa. ’’Bicara kritik ke pusat juga tidak bisa dengan sebagian kecil saja. Itu ranahnya DPR RI dan sebuah pemerintahan bisa dinilai selepas akhir masa jabatan (AMJ),” ujarnya. Menurut Dedi, dalam konteks lokalitas, sudah banyak proyek yang dibangun di Provinsi Lampung. Seperti jalan tol dan bendungan. ’’Ini merangsang pertumbuhan ekonomi di Lampung. Belum lagi program langsung pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, dan sebagainya,” papar dia. Diberitakan, pada Selasa (18/9) lalu mahasiswa menggelar aksi protes di kantor DPRD Lampung. Aksi ini sempat diwarnai saling dorong dengan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung yang mengawal para mahasiswa. Aksi juga diwarnai pelemparan bambu hingga pembakaran keranda sebagai tanda kekecewaan para mahasiswa terhadap kinerja pemerintah. Massa juga terus merangsek hingga masuk gedung DPRD Lampung. Sejumlah hal disorot oleh mahasiswa. Di antaranya pelemahan rupiah. Sejak 2012, nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp12.000 terus melemah hingga menyentuh level Rp15.000. Kebijakan impor garam dan gula juga jadi sorotan. Sementara, dalam Nawacita Jokowi-JK menyatakan bakal mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis domestik. ’’Sampai kapan Indonesia resmi dipotong perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok? Di mana janji swasembada pangan?\" tandas koordinator lapangan (korlap) aksi Riski Abdau. (abd/c1/wdi/ang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: