Bandarlampung Optimis Capai Target Investasi Rp1,6 T, Kepala DPMPTSP Beber Alasannya

Bandarlampung Optimis Capai Target Investasi Rp1,6 T, Kepala DPMPTSP Beber Alasannya

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah kabupaten/kota di Lampung ditarget memenuhi capaian investasi. Dari total target Rp11 triliun, pemda kabupaten/kota kini mendapat pembagian tersendiri dalam mendukung terpenuhinya capaian investasi. Untuk Kota Bandarlampung, tahun ini mendapat target Rp1,61 triliun. Jumlah tersebut ditentukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Salah satu indikator adalah capaian investasi beberapa tahun terakhir yang berhasil didapat masing-masing daerah. Kota Tapis Berseri pada 2019 realisasi atau capaian investasi tercatat sebesar Rp1,72 triliun, 2020 Rp641,868 miliar, dan pada 2021 mencapai Rp2,37 triliun. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandarlampung pun optimis mencapai target yang baru-baru ini diberikan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Bandarlampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, pihaknya optimis dapat mencapai target realisasi investasi tersebut. Untuk mencapainya, DPMPTSP akan mengumpulkan semua kegiatan usaha di masing-masing sektor. Dijelaskan Muhtadi, target yang ditetapkan Rp1,61 triliun, merupakan bagaimana cara pemerintah kota dapat mencapai angka tersebut pada realisasi investasi 2022. Di mana, menurutnya ada beberapa investasi besar yang ada di Bandarlampung saat ini tengah perjalan. Seperti Grand Mercur dan The Bay Apartemen. Muhtadi mencontohkan, Grand Mercur investasinya telah berjalan sekitar tiga tahun dan diperkirakan Desember 2022 akan launching. Pada saat operasional nanti, pihaknya dapat melihat realisaai investasi yang masuk. Misal total Rp500 miliar investasi yang masuk. Itu terhitung dari mulai pembebasan lahan, pembangunan, pembelian mesin, sarana prasarana, sampai oprasional, termasuk biaya oprasional. Begitu juga dengan The Bay Apartemen yang berada di Telukbetung, menurutnya nilai investasi apartemen tersebut di atas Rp200 miliar. Sehingga dapat dipastikan dari dua tempat tersebut telah menyumbang sekitar setengah triliun. \"Jadi perusahaan setelah mendapat izin dari OSS. Akan menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Itu untuk melaporkan gambaran berapa besar realisasi yang dilakukan dalam berusaha, dari nilai investasi yang sudah ditentukan setiap triwulan,\" ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Selasa (5/4). Contohnya, kata dia, misal Grand Mercur, direncanakan nilai investasi menyentuh angka Rp500 miliar. \"Setelah ditetapkan dimulai dari pembebasan lahan misal Rp50 miliar berarti realisasi di bulan ketiga baru mengeluarkan Rp50 miliar dari nilai total investasi. Triwulan kedua mulai bangun, pembangunan ini nilai Rp100 miliar. Nah pada saat oprasional rencana investasi mereka terealisasi itu dinamakan target investasi yang terealisasi,\" terangnya. Diterangkan Muhtadi, investasi belum tentu signifikan dengan PAD, sebab saat membangun PAD yang didapat pemda terkait retribusi persetujuan mendirikan bangunan (PBG). Namun, efek domino yang didapat setelah beroprasional banyak. \"Efek domino setelah oprasional akan memberikan sumbangan PAD sesuai objek PAD. Kalau hotel, memberi pajak hotel, restoran memberi pajak restoran, hotel ada tempat hiburan memberikan pajak hiburan,\" tuturnya. (pip/sur)

Sumber: