BRI Cabang Metro Berbagi Sembako

BRI Cabang Metro Berbagi Sembako

RADARLAMPUNG.CO.ID - Menyambut bulan suci Ramadan 1441 H dan dalam rangka peduli penanganan Covid-19, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Metro berbagi sembako, pada Jum\'at (24/4). Sebanyak 150 paket sembako dibagikan ke warga kurang mampu yang ada di Bumi Sai Wawai. Juga turut tersalur 100 kg beras, 50 kg telur, 60 liter minyak goreng, dan 20 dus mie instan untuk dapur umum Covid-19 di area Polres Metro. Pemberian sembako dipimpin langsung Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Cabang Metro Bhakti Agung Siswanto didampingi Manager Bisnis Mikro Muhammad Ischak dan para pegawai BRI. Agung mengungkapkan, pembagian sembako ini akan dilakukan secara bertahap, di mana pada hari ini dibagikan 150 paket sembako bersamaan dengan pemberian sembako untuk dapur umum Covid-19. \"Kegiatan ini menyasar orang-orang tidak mampu, dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah, juga memberi ke tukang becak dan tukang parkir yang sering mangkal,\" ucapnya kepada Radarlampung.co.id. Kegiatan ini merupakan gelombang kedua yang diselenggarakan bersamaan di Kecamatan Sribawono. \"Tidak hanya sembako yang kita bagikan, kemarin kita juga membagikan masker ke seluruh pasar di 18 diwilayah BRI Unit,\" ungkapnya. Untuk gelombang ketiga akan ada lagi pembagian sembako, namun terkait waktunya masih disusun. \"Ya ada lagi gelombang tiga, untuk tempatnya di tempat yang belum tersentuh bantuan gelombang satu dan dua,\" ucapnya. Agung pun menjelaskan, BRI peduli Covid-19 juga telah melakukan beberapa kegiatan selain pembagian masker dan sembako. Antara lain, BRI Cabang Metro telah membuat tempat cuci tangan di tempat umum dan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD). \"Tempat cuci tangan kita bangun di 25 tempat yang tersebar di Metro dan Lampung Timur. Kemudian untuk APD, kita serahkan bantuan CSR BRI Peduli berupa masker, disenfektan, Handsanitizer dan sprayer untuk pencegahan Covid-19,\" terangnya. Dirinya berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban, khususnya masyarakat yang tidak mampu. \"Ya, terutama masyarakat yang tidak bisa berusaha lagi,\" ucapnya. (pip/sur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: