Duh, Kids Park Taman Gajah Berubah Tak Layak untuk Anak

Duh, Kids Park Taman Gajah Berubah Tak Layak untuk Anak

RADARLAMPUNG.CO.ID - Suasana Kids Park Taman Gajah, Enggal, Bandarlampung, Minggu (10/3) sore seketika menjadi lokasi tak layak untuk anak. Sebab, taman bermain yang harusnya ramah untuk anak-anak itu berubah menyeramkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Suasana tiba-tiba mencekam lantaran adanya lelaki muda datang membawa balok panjang. ”Saya nggak tau, saya sedang bersama istri lagi nungguin anak saya main tiba-tiba ada laki-laki menggunakan kaos hitam dan celana jeans datang teriak-teriak sambil nunjuk-nunjuk. Dia seperti marah-marah sambil memegang balok kayu panjang tangan kirinya,” sebut Robin Ali salah satu orang tua anak, yang memang sengaja mengajak keluarganya menghabiskan waktu di lokasi itu Minggu sore.

Pengunjung yang lain juga lantas panik. Orang tua langsung memegang anak-anaknya masing-masing. Banyak yang menghadang pria tersebut untuk tidak melakukan aksinya, namun pertikaian tetap berlangsung sekitar 15 menit di tengah Kids Park.

”Iya sudah ditengahi tapi masih berlanjut. Di sana juga nggak ada security atau Satpol PP yang menjaga juga,” tambahnya.

Tak hanya sampai di situ, keributan dua pria berlanjut hingga parkiran Taman Gajah yang berada di trotoar Jl. Sriwijaya hingga menjadi tontonan masyarkat. Bahkan menyebabkan macet, hingga mobil pun tak bisa lewat.

Robin mengaku dengan kejadian ini dirinya merasa enggan datang kembali ke Kids Park. ”Iya kami jadi takut ya mau membawa anak-kami ke sini lagi. Padahal awalnya kami menganggap konsep Kids Park taman gajah sesuai dengan masyrakat Lampung menghabiskan waktu dengan biaya terjangkau,” sambungnya.

Keluhan lain yang juga dirasakan ialah soal kewajiban melepas alas kaki untuk bermain di sana. Padahal kondisi lantai tidak seluruhnya dalam kondisi yang baik.

”Kami juga bingung, kami diminta melepas alas kaki. Tapi lantainya kotor, sobek, hancur, kami kan khawatir dengan kondisi kaki anak-anak kami sakit. Kemudian anak-anak yang bermain di satu permainan jarang ada yang mau bergantian, kami harus menunggu lama untuk menggunakan permainan yang ada,” sambungnya.

Dengan kejadian ini dirinya berharap kedepan fasilitas umum yang dikelola pemerintah setempat bisa lebih baik lagi. Sehingga masyarakat semakin nyaman untuk mengajak keluarga menghabiskan waktu di tempat-tempat yang difasilitasi pemerintah itu. (rma/sur)

Sumber: