Gara-gara di Vaksin PMK, 50 Ekor Sapi di Mesuji Mengalami Efek Samping yang Mengejutkan

Gara-gara di Vaksin PMK, 50 Ekor Sapi di Mesuji Mengalami Efek Samping yang Mengejutkan

Sapi di Mesuji di vaksin PMK.--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 50 ekor Sapi di Kabupaten Mesuji, mengalami efek samping setelah dilakukan suntik vaksin pertama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Joni Hendri mengatakan, sebelum di vaksin PMK, sapi peternak sudah diuji kesehatannya untuk mengantisipasi penyakit PMK.

Jumlah sapi yang sudah divaksin mencapai 50 ekor sapi jenis bali dan biasa. Biasanya, ada efek samping yang dialami sapi setelah dilakukan Vaksin PMK.

"Kami berupaya penuh keliling setiap desa dan kecamatan guna memastikan sapi di Mesuji sehat," ungkap Joni Hendri, Selasa, 28 Juni 2022.

BACA JUGA:Ratusan Hewan Ternak di Metro Mulai Divaksin PMK

Sementara, drh Zainal bidang peternakan Mesuji menyampaikan, rata-rata sapi yang divaksin umur dua bulan.

Setiap sapi, diberikan Dosis 2 mili vaksin aftofor. Yakni vaksin yang tidak bisa kena sinar matahari langsung.

"Setelah di vaksin, biasanya ada efek sampingnya. Biasanya muncul demam yang masih standar karena status kesehatan hewan bervariasi," ujarnya.

Menurutnya, jika sebelumnya baru tertular penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) dengan demam tiga hari (Three Days Sickness), hal itu bukan berarti terjangkit PMK.

BACA JUGA:Soal Vaksin PMK, Mentan Sebut Begini

"Selama satu minggu kami terus memantau kesehatan sapi setelah vaksin, jika ada kendala akan ditindaklanjuti," tuturnya.

Dia menjelaskan, sesuai standarisasi, vaksin pertama akan dilanjutkan setelah satu bulan. Vaksin kedua dan booster PMK, menunggu dari kementerian pusat.

"Kami menyarankan kepada peternak harus rajin menjaga kebersihan kandang dan konsultasi ke Dinas," ucapnya.

Adapun kendala di lapangan yakni pendataan melalui sistem, memakai KTP selanjutnya di input pada aplikasi i-Signas, langsung masuk ke pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: