HUT 77 RI

Sandal Jepit Jadi Petunjuk Tenggelamnya Dua Bocah di Pringsewu

Sandal Jepit Jadi Petunjuk Tenggelamnya Dua Bocah di Pringsewu

Aparat kepolisian memeriksa jenazah korban tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gadingrejo, Rabu (29/6). FOTO DOKUMEN POLSEK GADINGREJO --

PRINGSEWU, RADARLAMPUNG - Dua pasang sandal jepit di pinggir sungai Pekon Klaten menjadi petunjuk penemuan jasad Abdul Halib (10) dan Desta Valechia (7). 

Dua bocah itu ditemukan di Pekon Klaten, Gadingrejo, Pringsewu, Rabu 29 Juni 2022.

Petunjuk itu ditemukan oleh Eko Wahyudi, orang tua Abdul Halib. Ia mengenali sandal terebut milik sang anak.  

Curiga anaknya tenggelam di sekitar tempat itu, Eko langsung turun ke sungai. Dia menyelam sedalam satu meter.

BACA JUGA: Pamit Cari Belut, Dua Bocah di Pringsewu Pulang tak Bernyawa

Benar saja. Abdul Halib ada di lokasi tersebut.

"Korban langsung dievakuasi ke pinggir sungai," kata Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi.

Dari sini, penyisiran kembali dilakukan. Sekitar 50 meter dari lokasi awal, Desta Valechia ditemukan.

Jasadnya tersangkut di bebatuan. ”Sekitar 50 meter dari lokasi penemuan korban Abdul Halib," imbuh Iptu Anwar Mayer Siregar.

BACA JUGA: Kasihan, Siswa di Kotabumi Ini Tewas Tenggelam

Diketahui, dua bocah asal Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ditemukan meninggal dunia. Diduga tenggelam di aliran sungai di Pekon Klaten, Gadingrejo, Rabu (29/6).

Kedua bocah itu adalah Abdul Halib (10), warga Pekon Klaten dan Desta Valechia (7), warga Dusun Buluwangi, Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar mengatakan, awalnya kedua korban berpamitan hendak mencari belut, Rabu 29 Juni 2022. 

”Sekitar pukul 12.00 WIB, korban Abdul Halib pamitan kepada ibunya untuk mencari belut bersama Desta Valechia,” kata Iptu Anwar Mayer Siregar mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi.

Sumber: