Periode Januari-Juni, 49 Bencana Terjadi di Lampung

Periode Januari-Juni, 49 Bencana Terjadi di Lampung

Akibat banjir bandang yang melanda desa suak Sidomulyo Lampung Selatan (Lamsel), Akses jalan utama mengalami rusak parah.--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Provinsi LAMPUNG mencatat bencana yang terjadi pada 2022 hingga Juni terdapat 49 bencana terjadi di LAMPUNG. bencana ini menurut Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Provinsi LAMPUNG didominasi angin puting beliung dan banjir.

"Pada 2022 hingga Juni ada 49 bencana. Paling banyak itu puting beliung ya, yang sampai 17 bencana. Kemudian kedua itu banjir," kata Rudy.

Selain itu angin kencang juga terjadi selama 2022 yang berada di 7 kejadian. Kemudian kebakaran ada 1 kejadian, tanah longsor 3 kejadian dan banjir dan tanah longsor sebanyak 1 kejadian.

Sementara pada 2021 lalu, Provinsi Lampung terdapat sebanyak 105 bencana. Kebanyakan bencana tersebut berupa angin kencang hingga banjir.

"Kebanyakan itu merupakan angin kencang ya. Sepanjang 2021 lalu terjadi sebanyak 30 kali," kata Rudy.

Selain itu, bencana yang belakangan bertambah ialah banjir. Apalagi saat ini mulai memasuki musim penghujan. Di mana sepanjang 2021 ini tercatat ada 26 bencana banjir.

Kemudian angin kencang juga dominan terjadi di Lampung dengan total 18 kejadian. Selanjutnya ada kebakaran 10 kejadian. Gempa 7 kejadian, tanah longsor 5 kejadian, banjir dan tanah longsor 3 kejadian. Air pasang 2 kejadian dan banjir bandang 1 kejadian.

Bencana banjir, angin kencang hingga puting beliung ini memang kerap terjadi lebih banyak dibandingkan bencana-bencana lainnya, sebelumnya.

Seperti dalam catatan Radar Lampung, pada 2016 banjir sebanyak 3 kejadian, longsor 1 kejadian, puting beliung 14 kejadian. Kemudian 2017 banjir sebanyak 5 kejadian dan puting beliung 4 kejadian. 

"Selanjutnya pada 2018 banjir sebanyak 16 kejadian, longsor sebanyak 4 kejadian, abrasi sebanyak 1 kejadian, puting beliung sebanyak 5 kejadian, kekeringan 4 kejadian, tsunami 1 kejadian dan letusan gunung berapi 2 kejadian," tambahnya.

Pada 2019 ada kejadian banjir sebanyak 6 kejadian, dan puting beliung 4 kejadian. Sementara pada tahun 2020 bencana banjir sebanyak 35 kejadian, longsor 13 kejadian, puting beliung dan 16 kejadian. 

Lampung didominasi bencana banjir karena masuk kedalam 10 daerah yang berpotensi di Indonesia. Hal ini terjadi disejumlah daerah di Lampung.

Karenanya perlu dilakukan mitigasi agar masyarakat dan tim bisa sigap dalam melakukan penanganan saat datangnya bencana. Namun harus dilakukan mitigasi sebelum datangnya bencana.

"Kami dorong mitigasi bencana, sebab ini dapat meminimalisir saat terjadinya bencana. Sehingga masyarakat siap, dan tim penyelamat baik pemerintah dan relawan juga sigap," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: