Pasca Longsor di Kelurahan Panjang, Ada Warga Menjerit Belum Tersentuh Bantuan

Pasca Longsor di Kelurahan Panjang, Ada Warga Menjerit Belum Tersentuh Bantuan

Kondisi rumah paska longsor di Jalan Alamsyah Ratu perwira Negara, Gang Kamboja, Kampung Sukadamai, RT 001, Lingkungan II, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Foto Dok. Warga--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Dua unit rumah yang berlokasi di Jalan Alamsyah Ratu perwira Negara, Gang Kamboja, Kampung Sukadamai, RT 001, Lingkungan II, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung terdampak tanah longsor yang terjadi pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 lalu belum tersentuh bantuan hingga saat ini Sabtu, 29 Oktober 2022. 

Hal tersebut disampaikan Adelia Alfiana anak dari dari salah satu pemilik rumah, menurutnya pasca kejadian tanah longsor dirinya mencoba menginformasikan keadaan kepada Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana melalui media sosial Instagram. 

"Udah sempet ke Bunda Eva lewat IG, cuma gak ada balesan. Terus selama beberapa kali bunda eva live saya selalu nonton, selalu komen juga, tapi sampe sekarang belum ada bantuan," ungkapnya. 

Lebih lanjut, longsor itu yang terjadi pada hari Kamis itu, ada satu rumah yang memang terdampak parah, dan tidak bisa ditinggali. 

"Itu rumah tetangga saya, itu Pak Rohadi. Terus itu rumah saya dapurnya retak, itu karena akar pohon itu. Dan kalau dilihat dari bawah bagian teras rumah saya retak juga," jelasnya. 

Kemudian, Neli juga menyatakan khawatir, dikarenakan ada pohon besar yang ditakutkan roboh. Karena kondisi yang sangat rapuh. 

"Paling yang dikhawatirkan itu pohon roboh terus hujan. Itu pohon mahoni, pohonnya gede banget," tuturnya. 

Ia pun berharap kepada pihak terkait, agar bisa segera menebang pohon itu. 

"Kemarin sudah laporan sama RT nya terus hari Jumat 28 Oktober 2022 sempet ditinjau sama lurahnya, katanya memang mau ditebang. Tapi, karena mau ada gotong royong jadi ditinjau dulu, belum ditebang-tebang. Kalau yang terdampak longsor itu rumah saya sama rumah tetangga itu," ujarnya. 

"Kita harap semoga ada bantuan, terus pohon ditebang. Kita juga belum pernah diliput sama media," pungkasnya. (*)

Sumber: