Ini Pesan Rektor IIB Darmajaya untuk 490 Wisudawan

Ini Pesan Rektor IIB Darmajaya untuk 490 Wisudawan

Sebanyak 490 mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya diwisuda, Kamis 10 November 2022. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID --

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.IDRektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dr. Firmansyah Y. Alfian resmi mengukuhkan 490 mahasiswa menjadi wisudawan dalam sidang senat terbuka di gedung Bagas Raya, Kamis 10 November 2022. 

Dr. Firmansyah Y. Alfian mengakui bahwa menjalani dan menyelesaikan studi di tengah situasi pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah. 

Capaian akademik yang diraih tentunya merupakan hasil dari jerih payah, kesabaran dan ketabahan. Kemudian dukungan moral dan doa dari keluarga serta kerabat. 

"Setelah lebih dari dua tahun lamanya kita semua harus melaksanakan kegiatan Tri Dharma disertai berbagai pembatasan sosial, sekarang kita dapat melaksanakan wisuda di tempat ini dengan suasana kembali normal," kata Dr. Firmansyah Y. Alfian.

BACA JUGA: Hari Pahlawan, IIB Darmajaya Wisuda 490 Mahasiswa

Menurut dia, kegiatan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Namun, dengan kerjasama antara wisudawan, orang tua dan seluruh panitia serta sivitas akademika IIB Darmajaya, prosesi wisuda berjalan lancar dan aman. 

"Kepada wisudawan dan wisudawati, saya ucapkan selamat atas keberhasilan Anda menyelesaikan pendidikan. Hari ini Anda dianugerahi gelar akademik yang telah diperjuangkan,” sebut Dr. Firmansyah Y. Alfian.

Ia berharap para lulusan dapat segera berkarya dan berperan aktif dalam meningkatkan kemandirian bangsa serta memajukan perekonomian negara. 

”Yakinlah, sekecil apapun karya yang kalian hasilkan, selama itu dapat memberikan kebanggaan bagi orang tua dan keluarga, maka almamater Anda, daerah, dan negara juga akan mendapatkan kebanggaan nantinya. Tetap menjaga nama baik almamater Anda," tegas rektor.

BACA JUGA: Prodi Bisnis Digital IIB Darmajaya Kolaborasi Dengan Komunitas Dalam Membuat Konten Video

Sementara Ketua Yayasan Alfian Husein dr. Liza M. Rozalinda mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah dunia, termasuk Indonesia.

Di mana, ketergantungan teknologi yang semakin tinggi, baik untuk supporting penjualan, pelayanan jasa maupun industri-industri manufaktur telah menjadi kebiasaan baru atau gaya hidup manusia di era sekarang. 

"Tentunya para pelaku usaha juga mengubah gaya bisnisnya yang awalnya adalah peer to peer menjadi digital dengan memanfaatkan IOT (Internet of Things) untuk mempermudah customer mengakses produknya," kata dr. Liza.

Menurut dr. Liza, hal ini harus disadari oleh seluruh wisudawan. Bahwa di era society 5.0, tuntutan kebutuhan SDM atau human resources suatu perusahaan atau dunia kerja akan berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: