Perusahaan Kripto FTX Bangkrut, Seluruh Tabungan Pria Ini Nyangkut, Nilainya Mencapai Rp 9 Miliar

Perusahaan Kripto FTX Bangkrut, Seluruh Tabungan Pria Ini Nyangkut, Nilainya Mencapai Rp 9 Miliar

Ilustrasi Bitcoin Kripto. (Foto.Dok/Freepik)--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan ini beredar inormasi dari salah satu korban bangkrutnya perusahaan kripto FTX, di mana seluruh tabungan pria tersebut tersangkut dengan nilai yang mencapai Rp 9 miliar.

Demikian dilansir Radarlampung.co.id dari laman informasi New York Times pada Jumat, 9 Desember 2022.

Salah satu korban dari bangkrutnya perusahaan trading kripto FTX ternyata merupakan warga Amerika Serikat (AS) bernama Adrian Butkus.

Adrian mengatakan bahwa dirinya memasukkan semua uangnya ke BlokFI, sebuah perusahaan kripto yang banyak terhubung dengan perusahaan kripto FTX.

BACA JUGA:Prediksi Line Up Pemain dan Skor Akhir Pertandingan Antara Belanda Vs Argentina di Babak Perempat Final Piala

Setelah perusahaan kripto FTX dilaporkan bangkrut, BlokFI pun ikut terdampak hingga akhirnya harus mengajukan kebangkrutan yang serupa.

Pria bernama Adrian Butkus itu mengaku marah dan kini dirinya mengaku sedang berjuang untuk mendapatkan kembali haknya.

“Itu membuat saya marah. Sekarang saya berjuang untuk mendapatkan kembali sebagian uang saya,” kata Adrian Butkus dikutip dari New York Times.

Adrian juga mengatakan bahwa pihak perusahaan trading kripto itu awalnya menyebut tidak ada risiko jika dirinya mau memasukkan uangnya ke rekening di perusahaan tersebut.

BACA JUGA:Pura-Pura Hamil, Wanita di China Ini Rupanya Selundupkan Ratusan Processor dan iPhone X

Dirinya mengaku bahwa perusahaan membuatnya tergoda memasukkan semua tabungannya ke BlokFI karena pihak perusahaan mengklaim tidak ada risiko dan menjanjikan keuntungan terhadapnya hingga 6,5%.

“Mereka (perusahaan trading kripto BlokFI) menyebut tidak ada risiko,” ungkap Butkus.

Dalam laporan yang ditulis New York Times, BlockFI rupanya mendapat pinjaman sebesar 600 juta dollar AS dari FTX di awal tahun. Nahas, Adrian terlambat menarik uangnya saat mendengar kabar kebangkrutan dari perusahaan tersebut.

Hingga saat ini, BlokFI dilaporkan masih memiliki utang kepada ratusan ribu kreditur dengan uang tunai perusahaan yang hanya tersisa 385 juta dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: