Guru Besar Unila Bertambah, Dekan FEB Dapat Gelar Profesor

Guru Besar Unila Bertambah, Dekan FEB Dapat Gelar Profesor

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila Dr. Nairobi resmi mendapatkan SK dari Kemendikbud Ristek, Jumat 6 Januari 2023. --

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.CO.ID - Universitas Lampung kembali menambah guru besar. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila Dr. Nairobi resmi mendapatkan SK dari Kemendikbud Ristek, Jumat 6 Januari 2023.

Dr. Nairobi membenarkan sudah menerima SK guru besar dari Kemendikbud Ristek.

"Iya benar. Baru tadi pagi SK-nya saya terima," Dr. Nairobi yang kini menyandang gelar Profesor.

Prof. Nairobi sendiri mengambil bidang ekonomi publik yang terkonsentrasi pada ekonomi kelembagaan. 

BACA JUGA: Gubernur Apresiasi Hasil Pilrek Unila

"Alasannya karena saya melihat perbedaan satu daerah. Antar negara itu berbeda-beda dalam hal kemajuan ekonominya," ujarnya. 

"Walaupun sumber dayanya sama atau lebih sedikit dan saya melihat itu disebabkan oleh institusinya. Di mana, institusi adalah kelembagaannya. Dalam kelembagaan terdapat organisasi, aturan, SDM, pemimpin. Jadi banyak aspek," imbuh.

Menurut Nairobi, meskipun dalam sebuah institusi memiliki banyak SDM, namun tidak memiliki kelembagaan yang baik, ini bakal berdampak pada kurang baik pada kinerja ekonomi.

"Ekonomi kelembagaan ini ilmu yang baru, dan cenderung melihat pelanggaran dari beberapa asumsi. Jadi kalau kita ekonomi secara umum, ini kan bicaranya asumsi," tandasnya. 

BACA JUGA: Unila Buka Rekrutmen PPPK, Simak Rincian Formasinya

Berbicara asumsi, Prof. Nairobi menjelaskan beberapa contoh apa yang ada saat ini dengan pengaruh ekonomi.

"Misalnya kompetisi politik yang terlalu ketat. Itu justru akan mengganggu kinerja perekonomian. Atau yang sederhana, dalam kepemimpinan, di mana pemimpin yang memiliki kualitas baik, dia berintegritas dan akan lebih memiliki dampak terhadap kemajuan daerah," tukasnya. 

Dilanjutkan, dari aspek organisasi yang lebih efisien, itu akan lebih baik lagi.

Nairobi yang mengaku menggarap proses point kredit dari pengajuan guru besar selama setahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: