Top ! BNI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2022

Top ! BNI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2022

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah), Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kedua kiri), Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini (kedua kanan), Direktur Risk Management BNI David Pirzada (kanan), dan Direktur Corporate & International Banki-dok BNI-dok BNI

RADARLAMPUNG.CO.ID-Tahun 2022 ditutup oleh PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI dengan catatan manis.

Ya, di akhir 2022 BNI mampu mencetak kinerja impresif. BNI juga berhasil melewati konsensus pasar. Indikasinya, laba bersih konsolidasi tercatat hingga Rp 18,31 triliun.

Atau tumbuh 68 persen secara year on year (yoy). Bahkan, ini juga tercatat sebagai perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI.

Kemudian, total kredit tersalurkan kurun 2022 menembus Rp 646,19 triliun. Atau tumbuh melebihi target awal perusahaan. Yakni hingga 10,9 persen secara year on year.

Lalu diikuti Net Interest Margin stabil di angka 4,8 persen. Tumbuhnya kredit yang sehat ditopang ekspansi bisnis dari dbitur toptier serta bisnis turunanya yg berasal dari value chain debitur.

BNI juga mencatat pertumbuhan Current Account Saving Account sebesar 10,1 persen year on year. Dihasilkan dari strategi perseroan untuk membangun transaction-based CASA. Yakni lewat penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif serta terpercaya.

Kinerja positif berpengaruh pada Pre-provisioning Operating Profit (PPOP) yang dibukukan sebesar Rp34,4 triliun. Atau mengalami pertumbuhan 10,8 persen year on year.

Jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan stimulus Covid juga terus menurun nilainya menjadi Rp 49,6 triliun atau setara dengan 7,8% dari total kredit. Penurunan di kuartal lalu terutama berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak pandemi seperti restoran, hotel, tekstil dan konstruksi, hal ini mengindikasikan bahwa bisnis debitur di sektor tersebut mulai kembali pulih.

Trend positif pada kualitas aset ini juga mendorong pembentukan beban CKPN menjadi lebih rendah sehingga Cost of Credit membaik dari 3,3% di tahun sebelumnya menjadi 1,9%.

“Pertumbuhan PPOP yang kuat dan diikuti dengan perbaikan kualitas aset ini membuat kami mampu menutup 2022 dengan capaian yang menggembirakan. Laba bersih ini adalah tertinggi sepanjang sejarah dan berada di atas ekspektasi pasar,” kata kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Selasa 24 Januari 2023.

Sedangkan, Direktur Corporate & International Banking Silvano Rumantir menjelaskan, harga saham BNI di akhir 2022 tercatat meningkat 36,7 persen.

Atau jauh lebih tinggi dari peningkatan harga saham LQ45 yang sebesar 0,7 persen year on year.

Pertumbuhan itu terlepas dari Indeks Harga Saham Gabungan yang bergerak cukup fluktuatif di kurun 2022.

Silvano membeber kebijakan strategis yang akan jadi fokus di tahun 2023. Diantaranya, BNI mengembangkan solusi transaksi dan ekosistem untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kemudian, mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital. Caranya lewat data driven berbasis analytics, customer experience, dan perluasan partnership.

BNI juga akan fokus di peningkatan CASA dan FBI yang sustain. “BNI meningkatkan ekspansi bisnis ada corporate toptier serta sektor prioritas, value chain, dan cross selling dengan mengutamakan budaya resiko,” katanya.

BNI meneruskan Transformasi Human Capital, Culture, dan Operasional. Hingga jadi lebih agile dan lean untuk mendukung bisnis. “Prseroan juga memperkuat jaringan bisnis Internasional untuk mendukung penetrasi pasar global. BNI juga mengoptimalisasi sinergi BNI Grup dalam memperkuat posisi Perusahaan Anak,” imbuhnya.

Silvano optimis dengan kebijakan strategis itu BNI bakal mencetak kinerja yang lebih baik di tahun 2023. (*)

Sumber: