Kopi Decaf Minim Kafein, Benarkah Aman di Lambung?

Kopi Decaf Minim Kafein, Benarkah Aman di Lambung?

Banyak yang belum tahu, ada kopi yang memiliki sedikit kafein, yakni kopi decaf. FOTO PIXABAY.COM --

RADARLAMPUNG.CO.ID - Kopi dikenal identik dengan kafein. Tapi ada jenis kopi yang sedikit mengandung kafein, yakni kopi decaf atau decaf coffee.

Kandungan kafein dengan nama lain trimethylxanthine ini seringkali disejajarkan dengan amfetamin, kokain sampai heroin. 

Di mana, kafein dan zat-zat tersebut bekerja dengan cara yang sama. Yaitu memberikan stimulasi terhadap kerja otak.

Karena itu, minum kopi bagi sebagian besar orang diperlukan untuk menyegarkan dan memberikan semangat. 

BACA JUGA: Tidak Hanya Menghilangkan Kantuk, Manfaat Kafein Bisa untuk Ini

Namun banyak yang belum tahu. Ada kopi yang sedikit memiliki kandungan kafein. 

Kopi jenis ini dikenal dengan nama decaffeinated coffee atau decaf coffee. 

Dilihat dari bentuk dan aroma, kopi decaf mempunyai perbedaan dari kopi biasa. 

Di mana, kopi decaf mempunyai rasa sedikit lebih asam. 

BACA JUGA: Merasakan Gejala Ini? Mungkin Kamu Kecanduan Kafein

Dilansir dari ottencoffee.co.id, decaf coffee merupakan jenis kopi yang sudah mendapat proses dekafeinisasi. 

Diketahui, dekafeinisasi ini merupakan sebuah proses yang terjadi pada kopi.

Dalam proses ini, kandungan kafein sudah dikurangi hingga batas paling maksimal. 

Proses dekafeinisasi ini kali pertama ditemukan pada tahun 1903 oleh Ludwig Roselius.

BACA JUGA: 8 Kucing yang Mudah Dipelihara dan Bisa Dijadikan Teman Bermain, Anda Tertarik?

Pedagang kopi asal Jerman ini menjual decaf coffee pertamanya dengan label Kaffee.

Kopi jenis ini berkembang dan populer di negara Prancis. 

Untuk kawasan Amerika Serikat, produk decaf coffee atau kopi decaf ini dipasarkan dengan nama Sanka.

Kata ini diambil dari Bahasa Prancis yang secara harfiah artinya tanpa kafein.

BACA JUGA: Waspada! Begini Bahaya Rokok Ilegal di Indonesia

Untuk decaf coffee, Ludwig Roselius mulanya menggunakan benzene.

Itu sebuah senyawa kimia yang belakangan diketahui memiliki risiko terhadap kesehatan manusia. 

Saat ini proses decaf coffee tidak lagi menggunakan benzene.

Namun senyawa selective solvent yang tidak membahayakan kesehatan tubuh.

BACA JUGA: Auto Cuan! Modal Login Dapat Saldo Dana Gratis 300 Ribu

Diketahui dekafeinisasi memiliki beberapa cara. Berikut proses yang dilalui. 

- Proses air (Swiss)

Metode ini kali pertama dikembangkan pada sekitar tahun 1930.

Yaitu perendaman biji kopi hijau dengan air panas.

BACA JUGA: Penuh Gaya! Inilah Tiga Koleksi Jam Tangan Keren untuk Pria Berkelas

Lalu sisa airnya disaring dengan activated charcoal filter.

Sisa air ini kemudian digunakan kembali untuk merendam biji kopi hijau.

Air yang sama digunakan terus menerus sampai proses perendaman selesai. 

Proses ini membuat karakteristik kopi hilang berbarengan dengan berkurangnya kadar kafein.

BACA JUGA: Tampil Berkilau! Ini Lima Jam Tangan Rolex yang Dihiasi Berlian

- Larutan kimia

Proses ini menggunakan zat kimia ethyl acetate. 

Dalam tahap ini, biji kopi dikukus lalu dicuci dengan larutan ethyl acetate.

Dilanjutkan dengan proses pengukusan kembali.  

BACA JUGA: Surga Tersembunyi di Lembah Seribu Kawah

Setelah itu, biji kopi dikeringkan dan disangrai. 

Biji kopi yang sudah melalui dekafeinasi dengan menggunakan proses ini disebut naturally decaffeinated.

- Proses Karbondioksida

Metode ini disebut proses dekafeinasi terbaru.

BACA JUGA: Ini Alasan Harus ke Temiangan Hill

Yaitu dengan menggunakan ekstraksi dari karbondioksida subkritis. 

Awalnya biji kopi hijau direndam pada tempat tertutup yang penuh air.

Lalu dipompa dengan menggunakan karbondioksida. 

Karbondioksida berfungsi untuk melarutkan kafein tanpa harus memengaruhi rasa dan karakteristik kopi.

BACA JUGA: Wajib Tahu! Ini Manfaat Asuransi Sebagai Perlindungan Bagi Jamaah Haji

Walaupun telah melalui proses dekafeinisasi, bukan berarti kafein dalam kopi benar-benar hilang 100 persen. 

Kopi ini bakal tetap memiliki kandungan antara dua sampai tiga persen. 

Menurut Maria Bella, nutritionist asal Amerika Serikat yang memiliki pusat gizi terkenal di New York menyatakan tidak ada kopi dengan zero kafein di dunia.

Meski disebut memiliki kadar kafein yang minim, ada beberapa hal yang harus diketahui dari kopi decaf atau decaf coffee. 

BACA JUGA: Mengenal Tujuh Produk Asuransi Syariah, Ada yang Diatur Dalam Fatwa MUI

- Tidak ada satupun metode yang dapat menghilangkan 

Seluruh kafein dari kopi.

Artinya, walaupun sudah diberi label decaf, tetap saja ada kandungan kafein dalam kopi tersebut.

Untuk satu cangkir kopi decaf coffee atau kopi decaf dengan ukuran 12 ounce, bisa mengandung tiga hingga 18 miligram kafein. 

BACA JUGA: Membawa Pesan Kiamat, Dabbah Disebut Muncul di Israel? Begini Kebenarannya

- Kopi decaf tidak lagi memiliki lagi zat antioksidan

Dalam proses dekafeinisasi, ada beberapa langkah perlakuan terhadap biji kopi. 

Mulai dari cara direndam atau dipanaskan melalui suhu yang ekstrem.

Proses dekafeinisasi tersebut memaksa pori-pori biji kopi terbuka sehingga larutan yang digunakan untuk menghilangkan kafeinnya dapat masuk. 

BACA JUGA: Lucky Hakim Bingung saat Diajak Salam Yahudi oleh Pimpinan Ponpes Al Zaytun

Pada bagian lain, biji kopi mempunyai zat antioksidan alami chlorogenic acid. 

Zat tersebut bersifat mudah larut dalam air.

Akibatnya, pada dekafeinisasi, zat antioksidan alami dari kopi ini bisa ikut hilang.

- Pahami proses dekafeinisasi 

BACA JUGA: Bingung saat Pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu Ajak Salam Yahudi, Raut Wajah Lucky Hakim Disorot

Saat proses dekafeinisasi, kafein dihilangkan saat kopi masih dalam bentuk biji atau green bean.

Ada sejumlah proses yang menentukan metode roasting kopi decaf.

Termasuk berapa lama kopi hasil dekafeinisasi bakal tetap segar. 

Pada awal 1900-an, proses dekafeinisasi menggunakan cara pembilasan berulang-ulang dengan memakai zat kimia.

BACA JUGA: Muncul Gunung Emas di Kongo, Jadi Tanda-tanda Kiamat?

Saat ini, prosesor kopi telah menerapkan sejumlah metode dekafeinisasi yang berbeda agar rasa dan kualitas kopi tetap ada. 

Methyl chloride dikenal sebagai zat terbaik mempertahankan rasa kopi. 

- Efek fitokimia 

Banyak penikmat kopi yang mengalami gangguan kesehatan. 

BACA JUGA: Terbaru Dari Pondok Pesantren Al Zaytun, Ada Sebutan Islam Suwinti, Apa Itu?

Mulai dari hipertensi, penurunan kepadatan tulang dan meningkatnya asam lambung.

Akhirnya mencoba kopi decaf atau decaf coffee. 

Penting diketahui, menghilangkan kafein bukan solusi terbaik. 

Sebab ada gangguan kesehatan dengan penyebab kopi yang salah.

BACA JUGA: Apa Itu Islam Suwinti? Istilah yang Muncul Dari Pondok Pesantren Al Zaytun

Termasuk minum kopi decaf yang memiliki senyawa fitokimia setelah setelah proses dekafeinisasi.

Cara membuat kopi decaf rumahan 

Walaupun banyak dijual di pasaran, tidak ada salahnya membuat kopi decaf sendiri. Cara pembuatannya juga cukup sederhana.

Berikut cara membuat kopi decaf atau decaf coffee, sebagaimana dikutip dari laman hellosehat.com.

BACA JUGA: Daftar 10 Kerajaan Islam yang Pernah Berdiri di Indonesia

- Rendam biji kopi 

Langkah pertama yang harus dilakukan untukmembuat kopi decaf adalah merendam biji kopi. 

Selain dengan air, perendaman bisa dilakukan dengan menggunakan larutan etil asetat atau metilen klorida. 

Perlu diperhatikan, rendam biji kopi hijau dan segar. Bukan biji yang sudah dipanggang.

BACA JUGA: Mengenal Kampua, Uang Kuno Kerajaan Buton Dari Abad Ke-14

Caranya, isi mangkuk berisi biji kopi dengan air panas atau pelarut.

Biarkan terendam selama beberapa menit. Sring dan ulangi proses perendaman. 

Berulangnya proses penyaringan menentukan berapa banyak kafein yang dihilangkan.

- Memanggang biji kopi

BACA JUGA: Jadi Primadona Kolektor! Segini Harga Uang Kertas Kuno Rp 100 Rupiah Perahu Pinisi

Memanggang biji kopi bisa mengurangi kandungan kafein. 

Biji kopi yang sudah direndam dan disaring berulang bisa dipanggang dengan menggunakan oven. 

Pemanggangan bisa dilakukan dengan waktu antara 10 hingga 15 menit dengan menggunakan suhu berkisar 230 derajat Celsius. 

Setelah proses pemanggangan, dinginkan biji kopi. 

BACA JUGA: Daftar Perwira Tinggi TNI Dengan Pangkat Baru, Termasuk Mantan Danrem 043/Garuda Hitam Lampung

- Giling biji kopi 

Setelah pemanggangan dan biji kopi sudah dingin, proses selanjutnya adalah penggilingan. 

Setelah menjadi bubuk, kopi tinggal diseduh dengan air panas. 

Penting diperhatikan, seduh dengan air mendidih dengan suhu sekitar 90 sampai 90,6 derajat Celsius. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: